Skip to main content

Diperiksa 5 Jam, Bos Claro Terlibat Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilwalkot?

Diperiksa Lima Jam, Bos Claro Terlibat Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilwalkot?
Wilianto Tanta. (INT)

KABAR.NEWS, Makassar - Komisaris Utama Phinisi Hospitality Indonesia (PHI), Wilianto Tanta diperiksa oleh Penyidik Unit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel pada Senin (24/6/2019) kemarin.

 

Pemeriksaan bos hotel Claro (Dulunya Clarion) tersebut dikait-kaitkan dengan perkara dugaan korupsi penyelewengan dana hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kepada KPU Kota Makassar tahun 2018. 


Baca juga: "Banyak Pejabat Terlibat" Sabri Bicara Kasus Dana Hibah Pilwakot Makassar

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan Wibisono membenarkan ihwal pemeriksaan Wilianto Tanta terkait dugaan korupsi dana hibah Pilwalkot Makassar 2018. 


"Iya, kemarin (Senin, re), Wilianto Tanta diperiksa di Mapolda Sulsel," ujar Yudiawan Wibisino, saat dihubungi, Selasa (25/6/2019).


Mantan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (kedua kiri) dan Ketua PSMTI Sulsel, Wilianto Tanta pada hari raya Imlek 2018
Mantan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto (kedua kiri) dan Ketua PSMTI Sulsel, Wilianto Tanta (kedua kanan) pada hari raya Imlek 2019. (KABAR.NEWS)

Wilianto dimintai keterangannya oleh penyidik berdasarkan keterangan dari tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Pilwakot Makassar yang telah menjerat Sekertaris KPU Kota Makassar, Sabri dan Bendahara Pengeluaran Pembantu KPU Kota Makassar, Habibi.


"Itu penambahan saksi-saksi aja ya, karena ada info dari permintaan dari tersangka jadi kita periksa," tambah Yudiawan.


Terpisah, Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati ditemui di Mapolda Sulsel juga membenarkan pemeriksaan terhadap bos hotel berbintang dijalan AP. Pettarani itu. 

 

Katanya, pemeriksaan dilakukan hanya untuk mendalami perannya karena sempat disebut oleh tersangka. "Pemeriksaan sebagai saksi saja. Kita mintai keterangannya karena namanya disebut-sebut oleh tersangka," terangnya.


Wilianto Tahta atau biasa disapa Willi itu menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor Polda Sulsel selama lima jam dengan sejumlah pertanyaan yang diajukan penyidik.


"Jumlah pertanyaan itu ada 19. Diperiksa mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00 Wita," pungkasnya. Selama pemeriksaan, Wili menjawab semua pertanyaan penyidik dengan baik dan kooperatif.


Baca juga: Setnov Pindah Rutan: Tak Boleh Dibesuk Sebulan Hingga Pengamanan Maksimum

Hingga berita ini ditayangkan, KABAR.NEWS berupaya untuk meminta keterangan Wilianto Tanta namun telepon dan pesan singkat yang dilayangkan belum terjawab.


Diketahui, dana hibah Pemkot Makassar untuk KPU Makassar pada Pilwalkot lalu cukup bombastis yakni mencapai Rp60 miliar. Jika diteliti pada Pilwalkot 2014 lalu anggarannya hanya Rp42 miliar untuk 10 kandidat, sedang pilwalkot 2018 anggarannya Rp60 miliar untuk satu pasangan calon (paslon) saja. Usulan Rp60 miliar itu memang usulan dari KPU Kota Makassar. Padahal Pemkot hanya ingin menekan dengan biaya Rp40 miliar.

 

Perjanjian dana hibah sendiri dalam pelaksanaannya ditemukan rencana anggaran biaya Pilwalkot 2018 tidak direalisasikan dan pungutan pajak yang tidak disetorkan ke kas negara atau daerah. Mulai dari pengadaan barang jasa yang belum dibayarkan kepada penyedia jasa, pembayaran honor PPK dan PPS yang belum terbayarkan, dan pajak yang telah dipungut mulai bulan November sampai bulan Oktober 2018 yang belum disetorkan ke kas daerah. 


Penulis: Andi Frandi