Dinsos Makassar Tak Tahu Kendala Pencairan Santunan Covid-19

Dinsos Makassar hanya melakukan verifikasi data penerima santunan Covid-19.

Dinsos Makassar Tak Tahu Kendala Pencairan Santunan Covid-19
Ilustrasi Covid-19. (KABAR.NEWS)






KABAR.NEWS, Makassar - Santunan Covid-19 di kota Makassar sampai saat ini belum juga dicairkan Pemerintah. Padahal diketahui, Pemerintah telah membuka pengajuan santunan sejak Juni 2020. 

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Makassar, Laheru mengatakan sampai detik ini belum ada satu pun pemohon telah menerima jaminan Covid-19. Padahal, kata dia, Dinsos Makassar sudah melengkapi berkas.

"Kemarin saya cek di provinsi, belum ada yang cair. Saya tidak tahu faktor kendalanya, karena untuk kelengkapan berkas kami sudah lengkapi, validasi, dan kami juga sudah datang di provinsi, jadi tinggal dari kementrian," ujarnya kepada KABAR.NEWS, Selasa (19/1/2021).

Laheru mengatakan pihaknya juga tak tahu kendala dalam pencarian santunan tersebut, bahkan tak disampaikan kendala pencairannya. Ia mengaku Dinsos Makassar hanya untuk melakukan verifikasi data ke kementerian. 

"Kami juga tidak tahu masalahnya apa, karena tugas kami ini memverifikasi dan validasi data yang dibutuhkan oleh kementrian. Jadi kami langsung berhubungan dengan dinas provinsi yang melayani tentang layanan ini, tapi kami juga tidak disampaikan kendalanya apa," paparnya.

Sementara, pencairan sendiri akan dilakukan di rekening masing-masing pemohon atau ahli waris, sehingga tidak melalui perpanjang tanganan dari pemerintah.

"Jadi kalau pun ada yang cair itu lewat rekening langsung yang dikumpul. Ada rekening bank yang dikumpul oleh ahli waris, jadi tidak lewat pemerintah atau dinas sosial tetapi langsung lewat rekening bersangkutan," kata dia.

Ia menyebutkan pihaknya telah menerima sebanyak 72 berkas yang masuk untuk mengajukan permohonan santunan korban meninggal karena Covid-19.

"Sejak bulan Juni lalu sampai sekarang itu sudah sebanyak 72 orangg yang sudah kumpul berkasnya. Kalau yang sudah meninggal (Covid-19) sudah banyak, tapi yang kami terima berkasnya di sini baru sebanyak 72 orang," imbuhnya.

Sampai saat ini pun, pihaknya masih menerima pengajuan berkas santunan tersebut. Sebab Laheru menilai jumlah pengajuan dan warga meninggal akibat Covid-19 tak imbang. Padahal dari data update terakhir Satgas Covid-19 Makassar, tercatat sudah 425 orang meninggal dengan status positif.

"Mungkin karena masih banyak masyarakat yang belum tahu, jadi masih sedikit yang masukan berkasnya," pungkasnya. 

Penulis: Fitria Nugrah Madani/B