Dinkes Makassar Ingatkan Masyarakat Hati-hati Beli Sajian Berbuka

Sidak pasar

Dinkes Makassar Ingatkan Masyarakat Hati-hati Beli Sajian Berbuka
Dinkes Makassar saat melakukan sidak kandungan zat pada olahan makanan di Pasar Terong, Rabu (14/4/2021)

KABAR.NEWS, Makassar - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali melakukan sidak kepada penjual makanan di beberapa pasar tradisional maupun modern. Di antaranya Pasar Tradisional yakni Terong, Maricayya, Pabaeng-baeng, Sentral, Daya, Todopulli dan 9 Pasar Modern lainnya. 


Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Makassar, Khadijah Iriani menekankan bahwa masyarakat cenderung tergiur untuk membeli olahan makanan murah saat bulan Ramadan saat ini. Olehnya itu, pihaknya mengantisipasi soal higenitas dan kandungan yang ada dalam makanan tersebut. 


"Tadi kita di sini melakukan survei, karena kita ketahui bersama di bulan puasa, produk-produk makanan olahan yang dikonsumsi oleh banyak orang karena harganya lebih murah. Yang kita khawatirkan itu mengenai kebersihan dan kesehatannya," jelas Iriani di Pasar Terong, Rabu (14/4/2021). 


Pihaknya kemudian akan melakukan pengecekan terhadap makanan yang dicurigai mengandung zat berbahaya yakni Borax dan zat pewarna buatan. 


"Sekarang kita melakukan pengetesan, terhadap potensi adanya zat-zat berbahaya di dalam makanan yang berbahaya bagi tubuh manusia. Salah satunya adalah borax, kemudian zat pewarna yang tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat," papar Iriani. 


Lebih lanjut, Iriani mengatakan masyarakat sudah lebih memahami masalah kesehatan. Sehingga kerap tak lagi memakai zat berbahaya. Namun pihaknya menegaskan tetap akan memantau lebih intens di tengah bulan Ramadan ini. 


Iriani juga menegaskan apabila terdapat pedagang yang kedapatan menjual makanan yang mengandung zat berbahaya, maka akan mendapatkan sanksi administrasi maupun pidana. 


"Dua tahun lalu pernah kita dapatkan, tapi kita lalu melakukan pembinaan, jadi sepertinya mereka sudah mulai sadar yah. Sanksinya sendiri seperti pencabutan izin usaha, sampai kepada sanksi pidana," pungkasnya


Penulis: Fitria Nugrah Madani/A