Dinas Perdagangan Jeneponto Klaim Tak Ada Penimbun Minyak Goreng

*Berdasarkan hasil operasi pasar

Dinas Perdagangan Jeneponto Klaim Tak Ada Penimbun Minyak Goreng
Minyak goreng dalam kemasan yang terpajang di ritel modern. (KABAR.NEWS/Syarif)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menggelar operasi pasar untuk mengecek harga minyak goreng


Pengecekan harga minyak goreng dilakukan di sejumlah pasar modern dan pasar tradisional, Jumat (21/1/2022) kemarin. Menyusul keputusan pemerintah yang menetapkan minyak goreng satu harga menjadi Rp14 per liter.


Kepala Dinas Perdagangan Jeneponto, Manrancai mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan harga minyak goreng di pasaran sudah sesuai arahan pemerintah pusat.


"Harga minyak sesuai dengan kementerian pangan kami turun ke lapangan selama dua hari terkait kebijakan minyak goreng satu harga," kata Manrancai kepada KABAR.NEWS via telepon, Sabtu (22/1/2022).


Dari hasil pemantauan, Manrancai mengklaim, harga minyak goreng di wilayahnya sudah berada di kisaran Rp14 ribu per liter. Harga tersebut berlaku di pasar-pasar modern, serta minimarket lainnya.


"Iya, saya datangi Indomaret, Alfamart, Misi dengan Berdikari. Dia juga awalnya kaget dan setelah saya berikan kebijakan kementerian dia akhirnya menyesuaikan dengan harga tersebut. Dia tetap berkomunikasi dengan manajemennya," ungkpanya.


Sementara untuk harga minyak goreng di pasar tradisional masih menggunakan harga sebelumnya. Hal itu dimaklumi sebab stok barang yang ada dibeli kepada distributor sebelum kebijakan Rp14 ribu diterapkan.


"Barang yang sudah dibelinya dihabiskan saja dulu sambil dia juga belanja dengan harga murah selanjutnya. Karena paling dia beli berapa liter baru dia jual," jelasnya.


Kendati demikian, harga minyak goreng saat ini hanya berlansung selama beberapa hari dan akan kembali normal.Eks Kadis Kominfo Jeneponto ini menjamin tak ada penimbunan minyak goreng. Sebab, pihaknya sudah mengecek satu persatu gudang minimarket.


"Tidak, kalau penimbunan tidak ada, misalnya di Alfamidi dan Indomaret karena saya langsung cek di gudangnya," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B