Skip to main content

Dilaporkan Tim Prabowo Sandi, Nurdin Abdullah: Panwas Lebih Tahu Kok

Nurdin Abdullah Bantah Tudingan Tim PAS Soal Dugaan Pelanggaran Pemilu
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

KABAR.NEWS, Makassar - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, menolak mentah-mentah tudingan melanggar Undang-undang Pemilu saat hadir pada deklarasi tim pemenangan pasangan Capres Jokowi- Ma'aruf Amin bersama Wali Kota Makassar pejabat beberapa waktu lalu.


Baca juga: Kenakan Seragam Pro Jokowi, Nurdin Abdullah dan Danny Pomanto Bakal Dilapor ke Bawaslu

Nurdin berpendapat, apa yang dilakukan saat deklarasi tim calon presiden tersebut, semua sudah dikonsultasikan ke pihak Panitia Pengawas Pemilu atau Panwas sehingga dirinya merasa tidak melanggaran undang-undang dengan hadir pada deklarasi tersebut.


"Apakah yang kita lakukan, semua langkah kita laporkan ke panwas. Kita tanya, bisa tidak saya hadir? Iya toh. Semua langkah kita itu lapor ke panwaslu," katanya saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, di Makassar, Selasa (15/1/2019).

 

Sebelumnya komunitas yang mengatasnamakan PAS08 melaporkan Nurdin Abdullah dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel terkait dugaan pelanggaran Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.


Nurdin Abdullah melanjutkan, bahwa apabila Ia diundang untuk menghadiri suatu undangan kegiatan politik, maka sebelumnya Nurdin mengaku menyampaikan perihal tersebut ke Panwaslu. Seperti yang baru-baru ini menghadiri Rakernas PDIP di Jakarta.


"Aturannya dia bilang selama hari Sabtu Minggu, tidak pakai fasilitas negara kan begitu, selama ini tidak ada, yang jelas panwas lebih tahu kok karena kita laporan," ungkapnya.


Baca juga: Dapil Makassar B DPRD Sulsel: Ujian Berat Caleg Petahana

Staf Pribadi Nurdin Abdullah, Bunyamin Arsyad menyampaikan dirinya telah mengkonfirmasi setiap hal kepada panwas, mengenai apa yang boleh dan tidak dalam menghadiri agenda politik.


"Saya lapor dan minta petunjuk (panwas) apa yang harus dilakukan, apa yang bisa dan tidak bisa di lakukan," pungkasnya.


  • Andi Khaerul