Skip to main content

Dijanjikan Lulus Rekrutmen Polisi, Calon Bintara Tertipu Ratusan Juta Rupiah

Penipuan
Kuasa hukum M Rizal, Andi Ifal Anwar saat konferensi pers di Warkop Sami, Kota Makassar, Rabu (20/2/2019).

 

KABAR.NEWS, Makassar - Keinginan Zulkifli (20) untuk menjadi anggota Polri nampaknya terancam gagal. Pasalnya, selain tidak lolos dalam rekruitmen Polri, ia juga menjadi korban penipuan hingga ratusan juta oleh pria mengaku wartawan.


Warga Dusun Camba-camba, Desa Datara, Kecamatan Bonto Ramba, Kabupaten Jeneponto ini, menyetorkan sejumlah uang hingga Rp 250 juta kepada pria berinisial H yang mengaku sebagai wartawan tersebut. Hal tersebut dilakukan, karena inisial H ini menjanjikan kelulusan dalam seleksi Bintara Polri pada tahun 2017 dan 2018.


Baca Juga:


Inisial H inipun mampu memperdaya dan menyakinkan korban karena ia mengaku dekat dengan sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Sulsel hingga Kapolda Sulsel dan Dansat Brimob Polda Sulsel. 


"Biasa sementara cerita, dia bilang tunggu dulu, ini bapak Kapolda menelpon," ujar ayah korban, Muhammad Rizal (40), saat ditemui di Warkop Sami, Kota Makassar, Rabu (20/2/2019). 


M Rizal menceritakan bahwa ia pertama kali diperkenalkan dengan pelaku pada akhir tahun 2016 lalu di salah satu warkop di Makassar. Pada saat itu pelaku mengaku bisa membantu meloloskan anaknya masuk Bintara sehingga M Rizal pun terpaksa menjual tanah miliknya lebih dari 1 hertare.


"Saya menyerahkan uang cash kepada pelaku dengan total sebanyak Rp 250 juta. Tiga tahap diserahkan, pertama Rp 100 juta, lalu Rp 120 juta dan terakhir Rp 30 juta," terangnya.


Kendati demikian, apa yang dijanjikan oknum wartawan tersebut tidak benar adanya. Korban dua kali ikut tes perekrutan anggota Polri dan dua kali pula gagal.  


Sementara itu, kuasa hukum korban, Andi Ifal mengaku pihaknya telah melaporkan hal tersebut di Polres Jeneponto karena merasa menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh pelaku.


"Klien kami telah melapor ke Polres Jeneponto dan telah dua kali dipanggil untuk dimintai keterangan. Tapi sejauh ini tidak pernah menghadiri panggilan penyidik," jelas Ifal Anwar.

  • Lodi Aprianto

 

loading...