Digerebek Polisi, Penjual Miras di Jeneponto Kabur ke Sawah

- Saat malam tahun baru

Digerebek Polisi, Penjual Miras di Jeneponto Kabur ke Sawah
Kabag OPS Polres Jeneponto, Kompol Muh. Tahmrin memperlihatkan miras merek Topi Roja di depan pemiliknya saat penggerebekan, Kamis (31/12/2020). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Polisi mengamankan sedikitnya tiga kardus minuman keras (Miras) berbagai merek dari sebuah rumah di Jalan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, saat malam tahun baru, Kamis (31/12/2020).


Polisi menyatroni rumah model panggung itu ketika penghuninya sedang bermain kartu remi. Pantauan KABAR.NEWS, saat dilakukan penggeledahan, seorang pria yang diketahui kepala rumah tangga kabur ke sawah.


Saat polisi menanyakan miras itu didapatkan dari mana, perempuan bernama Samriani di rumah ini mengaku membelinya dari Kota Makassar.


"Iya di Makassar ku beli pak," ujarnya di hadapan polisi. Dia membeli bir tersebut untuk dijual kembali. 


Ada banyak macam jenis miras yang diperjual belikan. Mulai dari Topi Roja, Bir Angker dan lainnya. "Saya jual sebagian pak," katanya, terlihat ketakutan. 


Merasa penasaran, polisi kemudian mencoba untuk menggeledah rumahnya. Namun, suaminya mengaku bahwa bir tersebut telah habis dibelli oleh warga.


"Iya habis mi pak dibeli orang, sisa ini yang ada pak," ucapnya. 


Tak sampai di situ, polisi tetap menggeledah rumah tersebut. Penggeledahan dibagi dua tim. Ada yang menggeledah dalam rumah, adapula yang menggeledah di warung tempatnya berjualan. 


Alhasil, polisi menemukan tiga kardus miras dari empat jenis yang disimpan dalam rumah dan warung. Satu persatu dos itu dibawa keluar untuk dikumpulkan. Ada banyak botol bir yang isinya kosong yang ditemukan.


Karena ketahuan menyembunyikan miras, suami dari Samriani malah kabur ke sawah. Dia meninggalkan istrinya sorang diri. Polisi kemudian melakukan pencarian terhadap pria tersebut namun tak ditemukan. 


Polisi kemudian menanyakan siapa penjual bir ini, Samriani mengaku bahwa dia yang menjual bir tersebut. "Bukan suamiku pak, saya yang menjual ini," tegasnya. 


Polisi kemudian mengamankan barang bukti tersebut bersama Samriani ke Mapolres Jeneponto. Kabag OPS Polres Jeneponto, Kompol Muh. Tahmrin mengatakan, operasi ini dalam rangka cipta kondisi. 

"Malam ini kita sudah melakukan operasi cipta kondisi dalam hal penertiban minuman keras," jelasnya kepada KABAR.NEWS di Mapolres Jeneponto.


"Dari hasil pengembangan kita menyita tiga dos minuman keras dari empat macam jenis," katanya. Dia mengaku, dari empat jenis miras ini, Topi Roja dinilai sangat tinggi dosisnya.


"Ini Topi Roja paling tinggi persentase mabuknya orang," pungkasnya. 


Penulis: Akbar Razak/A