Diduga Peras Nakes, Tiga Oknum Advokat di Jeneponto Dipolisikan

Minta uang Rp10 juta

Diduga Peras Nakes, Tiga Oknum Advokat di Jeneponto Dipolisikan
Foto ilustrasi. (Internet)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Tiga oknum yang mengaku pengacara atau advokat dilapor ke Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, atas dugaan pemerasan terhadap seorang perempuan berprofesi perawat atau tenaga kesehatan.


Laporan tersebut dilayangkan korban atas nama HN (inisial), warga Desa Kayu Loe Timur, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. Pelaporan itu telah disampaikan ke polisi pada Kamis kemarin.


"Benar, tadi malam itu ada pelapor atas nama HN dirinya menjadi korban pemerasan," ujar Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul kepada KABAR.NEWS, Jumat (30/4/2021).


Ia menjelaskan, dugaan pemerasan itu berawal saat ketiga oknum mengaku advokat tersebut mendatangi rumah HN pada Kamis kemarin sekitar pukul 15.00 WITA. Mereka mengatasnamakan dirinya dari lembaga hukum di Jeneponto.


Kedatangan mereka adalah untuk mendata jumlah perawat atau tenaga medis yang melakukan praktek mandiri. Setelah itu, oknum tersebut langsung mengecek dan mempertayakan soal kelengkapan izin praktek Hartina selaku nakes.


"Namun pada saat itu pelapor mengatakan bahwa prosesnya sementara diurus," kata Syahrul.


Kata dia, oknum tersebut lantas mengancam akan melaporkan HN ke Dinas Kesehatan Jeneponto sebab tak memiliki izin praktek mandiri. Merasa takut, HN lantas meminta solusi supaya persoalan ini tak dilaporkan.


"Kemudian pada saat itu pelapor mengatakan, kalau bisa jangan dilaporkan minta tolong. Kemudian dia menyampaikan bahwa bisa dibantu dengan cacatan menyerahkan sejumlah  uang," ungkap Syahrul menirukan pernyataan HN.


Uang yang diminta oknum tersebut sebesar Rp10 juta. Namun, HN hanya memiliki uang Rp5 juta agar ketiga oknum bisa "tutup mulut".


"Kemudian setelah korban menyerahkan uang sejumlah Rp5 juta rupiah. Kalau yang diminta pelaku ini sesuai pengakuan korban kalau tidak salah Ro10 juta. Tapi yang disetujui hanya 5 juta," terangnya.


Setelah tranksaksi dilakukan, oknum tersebut langsung meninggalkan tempat. "Selanjutnya, setelah duit itu serahkan kemudian terlapor meninggalkan tempat dan selanjutnya korban datang ke Polres Jeneponto melapor," cetusnya.


Mantan Kapolsek Tamalatea ini menambahkan, pengakuan korban oknum itu berinisial SL bersama dua rekannya. "Yang terlapor ini inisial SL profesinya diduga advokat ini pegakuan saat datang di rumah pelapor bahwa dia dari lembaga hukum," katanya.


Meski demikian, kata dia, bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan terkait sejauh mana kebenaran dari laporan pelapor benar atau tidaknya.


"Kemudian kalaupun memang ada yang diduga nantinya to akan juga dilakukan pembuktian apakah terbukti atau tidak tentang perbuatan itu. Penyidik masih melakukan penyelidikan nantinya tindak pidana apa yang dipersangkakan terlapor apakah terbukti pemerasan atau tidak," pungkasnya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, HN merupakan istri anggota polisi yang bertugas di Polres Jeneponto.


Penulis: Akbar Razak/B