Diduga Melanggar, Mahasiswa Desak Pemprov Sulsel Cabut Izin CV. Ricky Pratama

Perusahaan pengolah limbah bahan berbahaya dan beracun

Diduga Melanggar, Mahasiswa Desak Pemprov Sulsel Cabut Izin CV. Ricky Pratama
Koordinator Ampli Sulsel, Ackmal. (Istimewa)






KABAR.NEWS, Makassar - Aliansi Mahasiswa Pemerhati Lingkungan Hidup (Ampli) Sulsel, menduga perusahaan pengumpul/penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yaitu CV. Ricky Pratama, telah melabrak aturan dalam proses operasinya.


Perusahaan yang beralamat di Jalan Poros Paccerakkang No. 45 Kecamatan Biringkanaya, Makassar, itu disebut menyalahi standar operasional prosedur (SOP) dan izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel.


Koordinator Ampli Sulsel, Ackmal, menyebut dokumen izin CV. Ricky Pratama diduga menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan praktik beroperasinya perusahaan ini.


"Perusahaan ini telah menyalahi SOP yang tercantum pada PP Nomor 101 Tahun 2014. CV. Ricky Pratama mengangkut limbah B3 menggunakan pengakut/transporter yang tidak memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau menggunakan transporter illegal," kata Ackmal melalui keterangan tertulis yang diterima KABAR.NEWS, Kamis (6/5/2021).


Selain itu, Ackmal menjelaskan, CV. Ricky Pratama hanya mendapat izin atau rekomendasi dari Pemprov Sulsel untuk mengumpulkan B3 dalam skala Sulsel. Tetapi, dari temuan mereka, perusahaan ini mengambil dan mengumpulkan Limbah B3 dari beberapa provinsi. 


"Harusnya perusahaan ini memiliki izin dari Menteri KLHK untuk dapat mengumpulkan Limbah B3 di beberapa provinsi. Ini jelas sudah menyalahi aturan," jelas dia.


Maka dari itu, Ampli Sulsel mendesak kepada Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk mencabut izin pengumpulan/penyimpanan Limbah B3 yang dikantongi oleh CV. Ricky Pratama.


Mereka juga mendorong Pemprov Sulsel membawa dugaan pelanggaran operasional CV. Ricky Pratama ke ranah hukum, sesuai dengan aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


"Apa yang dilakukan oleh CV. Ricky Pratama ini jangan sampai memberikan dampak yang fatal terhadap kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang berada pada wilayah operasional perusahan ini karena B3 memiliki potensi yang sangat berbahaya apabila telah terjadi pencemaran karena adanya dugaan menyalahi SOP dan aturan PP No. 101 Tahun 2014," tandas Ackmal.

Hingga berita ini ditayangkan, CV. Ricky Pratama belum memberikan tanggapan atas dugaan pelanggaran yang disebut di atas. Nomor perusahaan yang tertera di situs bisnis tidak dapat dihubungi.