Skip to main content

Diduga Jadi Timses Kandidat, Oknum ASN Diproses Panwas

panwas
Ashar (baju putih)saat dimintai klarifikasi oleh petugas panwas Maros (IST)

KABAR.NEWS, Maros - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di kantor kecamatan Tompobulu, terpaksa berurusan dengan petugas pengawas pemilihan umum (panwaslu) kabupaten Maros.

Adalah Azhar, seorang ASN yang diduga terlibat sebagai times salah satu bakal calon gubernur sulawesi selatan, yakni Punggawa. Dia diproses berdasarkan adanya  temuan Panwas No.003/TIM/PG/Kec. Turikale/27.12/1/2018, dimana yang bersangkutan diduga terlibat pada pleno di KPUD bersama tim sukses IYL-Cakka beberapa waktu lalu.

Ketua Panwaslu Maros Sufirman mengatakan, saudara Azhar ditemukan terlibat pada saat menghadiri rapat pleno di KPUD bersama LO salah satu bakal calon tentang penetapan hasil verifikasi faktual dukungan calon  perseorang.

"Indikasi keterlibatan yang bersangkutan diperkuat dengan bukti-bukti  foto yang ditemukan di akun facebooknya, yang selain foto meniru gaya salah satu bakal calon juga menggunakan baju berwarna putih bertuliskan Punggawa dimana jargon tersebut adalah simbol bakal pasangan calon, yang bersangkutan juga telah mengunggah foto-foto salah satu bakal pasangan calon di akun facebooknya yang atas nama Azhar Acca Maros." kata Firman, Minggu (14/01/2017).

Lebih lanjut, Sufirman menjelaskan jika pihaknya telah memanggil yang bersangkutan  untuk dimintai klarifikasi.

Berdasarkan pada bukti yang diperoleh petugas dan keterangan saksi hasil klarifikasi  yang dilakukan oleh Panwas Kabupaten Maros. Yang bersangkutan terindikasi kuat telah melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan salah satu bakal calon gubernur, atau perbuatan yang mengindikasikan terlibat dalam politik parkatis/berafiliasi dengan Partai Politik atau tidak netral sebagai ASN. 

"Atas perbuatan tersebut yang bersangkutan dianggap cukup bukti telah melanggar pasal 2 huruf F Undang-Undang No.5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara Jo Pasal 11 huruf C Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS, sehingga hasil Pleno Panwaslu Kabupaten Maros menganggap layak ditindak lanjuti untuk diajukan ke Komisi Etik ASN," pungkas  Firman.

Pada momentum pesta demokrasi yang akan berlangsung nantinya ini, Firman juga menjelaskan jika Panwaslu Kabupaten Maros akan terus berupaya dan memperkuat pengawasan dalam setiap tahapan pemilihan.

Meskipun demikian pihaknya mengakui, jika tingkat kerawanan pada pemilihan nantinya sangat tinggi, baik itu melalui  politik uang dan keterlibatan ASN.

"Ini dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama baik yang telah dituangkan dalam UU No. 10 tahun 2016 maupun yang telah dituangkan dalam kesepakatan bersama antara Bawaslu RI dengan KSN, oleh karenanya netralitas ASN dalam pemilu juga bagian dari fokus pengawasa  kami." Tuturnya.

Sementara itu, melalui Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Maros. Pihaknya senantiasa mengingatkan pada ASN untuk tetap menjaga diri dan tidak terlibat dalam politik praktis.

"Kita juga mengimbau pada ASN untuk tetap menjaga diri dan tidak ikut dalam politik praktis baik di daerah sendiri maupun di luar daerahnya" tutupnya.

  • Aziz