Skip to main content

Didesak Hotman Paris Periksa Wadir ATKP, Polisi: Periksa Pejabat Itu Tidak Mudah

Didesak Hotman Paris Periksa Wadir ATKP, Polisi: Periksa Pejabat Itu Tidak Mudah
Pengacara kondang, Hotman Paris (kedua kiri) saat menerima keluarga Aldama Putra di Kopi Joni. (Screen Shoot)

KABAR.NEWS, Makassar - Kasus kematian Aldama Putra Pangkolan (19), taruna angkatan pertama Akademi Tehnik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Kota Makassar, menjadi perhatian khusus pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Jakarta.


Baca juga: Taruna ATKP Meninggal, Orang Tua: Mana 9 Senior Lainnya, Masa Hanya Menonton?

Dalam kasus ini, pengacara kondang ini meminta kepada Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin agar segera memeriksa Pengasuh dan Wakil Direktur atau Wadir ATKP Makassar karena diduga telah membohongi pihak keluarga atas penyebab kematian Aldama.

 

"Pada malam kejadian, pengasuh dan wakil Direktur meminta kepada ayah korban untuk datang ke rumah sakit. Lalu, dia mengatakan anaknya meninggal karena jatuh dari kamar mandi, terus kenapa ada penuh luka lebam saat di buka bajunya. Artinya mereka berbohong dan mengarang kematian dari Aldama," beber Hotman Paris melalui Instagram miliknya, saat berbincang dengan keluarga Aldama di Kopi Joni Jakarta, Minggu (10/2/2019).


Adanya dugaan untuk menutupi kasus ini dengan memberikan informasi bohong terkait kematian Aldama, sehingga Hotman Paris meminta kepada pihak kepolisian Polda Sulsel agar segera memeriksa pengasuh dan Wadir ATKP Makassar.


Baca juga: Kasus Kematian Aldama, Menhub Nonaktifkan Direktur ATKP Makassar

"Bapak Menteri Perhubungan, Bapak Kapolda Sulsel, agar segera disidik atau di periksa Wadir ATKP karena itu adalah saksi kunci," tegas Hotman Paris.



Terpisah Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Ujang Darmawan Hadi Putra mengaku sampai saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap pengasuh dan Wadir ATKP Makassar.


"Belum karena untuk memeriksa pejabat itu tidak mudah. Harus ada izin dari kementrian atau pusat," ucap Ujang.


Terkait pernyataan Hotman Paris Hutapea melalui akun sosial medianya, Ujang menerangkan bahwa Hotman tidak bisa mengintervensi pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut.


"Pak Hotman tidak bisa mengintervensi kepolisian dan pernyataannya itu hanya sekedar saran saja," pungkasnya.


Sebelumnya, Aldama Putra Pangkolan (19), meregang nyawa usai dianiaya oleh seniornya di kampus ATKP Makassar Jalan Salodong, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (3/2/2019) lalu. Ia dianiayai karena diduga tidak mengenakan helm saat masuk kedalam kampus dengan mengendarai sepeda motor.


Akibatnya, korban pun menghembuskan nafas terakhirnya. Meski sebelumnya sempat diberikan pertolongan pertama dan juga dilarikan ke Rumah Sakit Sayang Rakyat. Namun, karena luka pukulan di tubuhnya sehingga nyawanya tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.


  • Lodi Aprianto

 

loading...