Didapat dari Medan, Sabu Ratusan Kilogram Dimusnahkan di Makassar

- Dimusnahkan BNN Provinsi Sulsel

Didapat dari Medan, Sabu Ratusan Kilogram Dimusnahkan di Makassar
Petugas BNNP Sulsel yang melakukan pemusnahan ribuan pil ekstasi di kantor BNNP Sulsel, Jalan Manunggal, Makassar. (Kabar.news/Reza)






KABAR.NEWS, Makassar - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memusnahkan sejumlah barang bukti hasil sitaan seperti ribuan pil ekstasi, ratusan gram sabu, hingga ganja.


Pemusnahan itu digelar di kantor BNNP Sulsel, Jalan Manunggal, Kota Makassar, Kamis (14/1/2021). Dalam proses pemusnahan itu disaksikan langsung perwakilan masing-masing institusi. Di antaranya petugas Polrestabes Makassar, Bea dan Cukai Makassar serta Kejaksaan Negeri Makassar.


Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya mengatakan, barang bukti itu didapatkan pihaknya dari 7 orang pelaku yang diamankan secara bergilir sejak November hingga Desember 2020.


"Barang bukti yang kita amankan yaitu narkoba jenis sabu 897 gram, ekstasi 1.450 butir dan ganja 2 kilogram," kata Ghiri kepada wartawan usai pemusnahan.


Lanjut Ghiri, narkoba itu diketahui berasal dari Medan hingga Jakarta dan bakal diedarkan oleh para pelaku di Sulsel. Ghiri bilang, para pelaku ditangkap diberbagai tempat di Kota Makassar.


Peran pelaku yang sebagian besar berperan sebagai kurir, masing-masing adalah AM (33), AF (25), HB (21), YSM (22), JR (22) dan seorang perempuan berinsial KTK (21). Khusus untuk pelaku AR (27), berperan sebagai pemilik dari sebagian besar barang bukti ganja yang diamankan.


"Ini semuanya barang bukti dikirim melalui ekspedisi. Barangnya, ada yang dari Medan dan ada juga dari Jakarta, " ungkapnya.


Ghiri juga menyebut, khsusus untuk kurir, mereka mendapatkan upah bervariatif dari bandar, jika berhasil membawa barang haram itu sesuai dengan lokasi pemesanan. Akan mendapatkan upah mulai dari Rp500 ribu hingga Rp5 juta.


Kronologi Penangkapan


Ghiri juga menjelaskan pengungkapan jaringan narkoba ini berawal dari hasil pengembangan informasi. Petugas lebih dulu menangkap AM di sekitar Kecamatan Biringkanaya, pada 25 November 2020 lalu. Dari tangan pelaku pertama, petugas menyita sabu sebanyak 204 gram, yang disembunyikan dalam sepatu.


Saat yang sama, petugas kemudian mengembangkan informasi lanjutan dan menangkap HB dan KTK di Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Keduanya berperan sebagai penerima paket yang diterima AM. Informasi itu kembali dikembangkan untuk menangkap AF. 


"Perannya dia sebagai pemantau paket yang dikirimkan," jelas Ghiri.


Pada 6 Desember 2020, petugas kembali mengembangkan informasi pengiriman ribuan butir pil ekstasi di Kota Makassar. Di situ pelaku YSM berhasil diciduk petugas di Kecamatan Panakkukang. Mahasiswa asal Sidrap itu ditangkap bersama barang bukti 1.450 pil ekstasi.


Sepekan setelahnya, tepatnya, 16 Desember 2020, petugas BNNP kembali menangkap JR di sekitar Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Dia ditangkap setelah petugas menemukan barang bukti sabu sebanyak 503 gram yang disimpan di dalam speaker setelah dikirim melalui kantor jasa pengiriman barang. Sabu itu ditujukan kepada alamat pengirim dengan identitas JR.


Terakhir lanjut Ghiri, petugas menangkap AR di sekitar Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Selasa, 22 Desember 2020. AR ditangkap bersama barang bukti 2 kilogram ganja yang masih terbungkus rapi usai diambil dari kantor jasa pengiriman barang. Ganja rencananya selain dikonsumsi pribadi, juga akan diedarkan ke orang lain.


Seluruh tersangka pun kini masih ditahan di Kantor BNNP Sulsel untuk menjalani proses hukum lanjutan. Mereka dijerat dengan Pasal 112, 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam kurungan penjara mininal 4 tahun.


Penulis: Reza Rivaldy/A