Dibolehkan Pemerintah, Warga Jeneponto Ramai Ziarah Kubur usai Lebaran

Sudah menjadi budaya

Dibolehkan Pemerintah, Warga Jeneponto Ramai Ziarah Kubur usai Lebaran
Warga melakukan ziarah kubur di TPU Bontoramba, Jeneponto, Sabtu (15/5/2021). (Foto: KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, Sulawesi Selatan tidak melarang masyarakat melakukan kegiatan ziarah kubur pada Hari Raya Idulftri 1442 Hijriah.


Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kabag Protpim Jeneponto, Mustaufiq. Kata dia, Pemkab Jeneponto tidak pernah melarang warga untuk ziarah kubur meski pandemi.


Meski demikian, pihaknya tetap menghimbau masyarakat untuk mengenakan masker saat berziarah.


"Kami tetap imbau agar mengenakan masker, karena kita masih dalam situasi pandemi Covid-19," kata Mustaufiq saat dikonfirmasi KABAR.NEWS via telepon, Sabtu (15/5/2021).


Pantauan KABAR.NEWS di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU), warga berziarah kubur di hari ketiga lebaran Idulfitri. Misalnya, di TPU Kecamatan Bontoramba. Di TPU ini suasana ramai mulai pukul 07.00 WITA hingga pukul 14.50 WITA.

Warga silih berganti berdatangan. Tak ada penjual bunga TPU ini. Warga terlihat membawa masing-masing bunga. Mereka datang dalam satu kelompok keluarga.


Rahman (40) salat satu peziarah mengatakan, ia ke sini untuk berziarah ke makam orangtuanya dengan ditemani istri dan anaknya.


"Alhamdulillah, momen ini kita manfaatkan ke makam orang tua untuk menyiram bunga sekaligus membersihkan kuburan," ujarnya.


Sekadar diketahui, tradisi ziarah kubur menjadi budaya masyarakat Indonesia. Mengunjungi keluarga yang sudah meninggal, membersihkan kuburnya dan mendoakannya.


Selain itu, bersedekah usai berziarah juga menjadi tradisi. Penjaga makam menyediakan kotak amal di gerbang jalan menuju pemakaman.


Penulis: Akbar Razak/A