Skip to main content

Dibela Wapres JK,  Suryadharma Ali: Beliau Mengerti Tugas Menteri dan Aturan

Wapres JK
Wapres Jusuf Kalla saat menjadi saksi sidang PK mantan Menteri Agama Suryadharma Ali di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Kumparan)


KABAR.NEWS, Jakarta - Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menggelar sidang Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan mantan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali, Rabu (11/7/2018).  Dalam sidang PK tersebut, hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai saksi. 


Dalam kesaksiannya, JK menerangkan bahwa menteri diberikan keleluasaan untuk menggunakan DOM. Terlebih soal 80 persen DOM yang diberikan secara lumpsum yang menurut JK tak perlu dipertanggungjawabkan secara detail.


Baca Juga: 


Dengan kesaksian yang telah diberikan JK, Surya berharap semua pihak dapat memahami persoalan DOM tersebut. Ia juga merasa cukup dengan keterangan yang diberikan Wakil Presiden itu.


“Jadi saya merasa cukup apa yang telah beliau berikan keterangan pada hari ini dan mudah-mudahan bisa dipahami semua pihak,” ujarnya dikutip dari Kumparan.


JK menganggap penggunaan dana operasional menteri (DOM) tahun 2011-2013 oleh mantan Menteri Agama Suryadharma Ali tidak menyalahi aturan. Menurutnya, seorang menteri memang diberikan keleluasaan untuk menggunakan DOM. 


"Ya dalam DOM itu dia menjalankannya sesuai aturan saja," ujar JK.


Mendapatkan pembelaan dari Wapres JK, Suryadharma Ali merasa yakin dengan keterangan Jusuf Kalla bisa meringankan hukuman terhadap dirinya. 


Ia menilai bahwa JK selaku Wakil Presiden paham betul dengan tugas-tugas menteri dan memahami aturan yang berkaitan dengan Dana Operasional Menteri.


“Yang pasti pak JK (Jusuf Kalla) adalah atasan saya langsung, mengerti apa tugas-tugas menteri dan memahami aturan-aturan yang berkaitan dengan operasional menteri,” tegasnya.