Dibawa ke Kantor KPK, Warganet Serbu Akun Instagram Gubernur Nurdin Abdullah

Dibawa ke Kantor KPK, Warganet Serbu Akun Instagram Gubernur Nurdin Abdullah
Tangkapan layar di IG Nurdin Abdullah












KABAR.NEWS, Makassar - Akun resmi media sosial Instagram milik Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah kini banjir komentar. Ada yang mendoakan hingga menghujat.

Akun resmi milik orang nomor satu di Sulsel itu diserbu netizen lantaran informasi yang beredar ihwal Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengamankan Nurdin Abdullah.

Dari pantauan KABAR.NEWS, akun instagram Nurdin Abdullah itu kini sudah dibanjiri komentar netizen. Hingga berita ini diturunkan setidaknya ada 977 percakapan. 


"Kesini gara gara sudah baca berita..." tulis akun bernama andiirnanfii yang sengaja mengakses akun Instagram orang 01 Sulsel ini gegara berita OTT KPK yang berseliweran di jagat maya. 

Salah satu warganet yang mengaku pengikut setia atau loyalis merasa terkejut dengan kabar penangkapan KPK tersebut. 

"Prof... Please... Ini pagi2 kami dpt berita mengejutkan. Kalau sudah berurusan dgn KPK sudah beda lg citra positif Bapak Prof...mohon Prof, diklarifikasi berita itu. Setidaknya kami, pengikut setiamu bisa paham (emot sedih), " tulis iandarwis

Warganet lain menuliskan bahwa tidak menyangka KPK menangkap Nurdin Abdullah.  

"Pak prof banyak yang sedih dan tidak menyangka. Semoga ini bukan sesuatu yang benar-benar prof lakukan, kami masih mendukung," tulis akun instagram bernama wrahayu17 di kolom komentar instagram Nurdin Abdullah.

Ada pula warganet yang kecewa dengan kabar tersebut. "Pak prof gubernur yg selalu di bangga banggakan oleh masyarakat sulsel tapi kenapa pagi" ada berita mdk enak pak (emot sedih), " tulis suharman_04.

"Bismillah, semoga berita yang beredar tidak benar Prof yah, semoga hanya kesalahpahaman." tulis akun fahriani_rf.

Tidak sedikit pula yang mendoakan keluarga NA agar tabah menghadapi ujian ini. "Doa saya selalu yang terbaik buat bapak dan keluarga, apapun yang terjadi semoga bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya," tulis akun bernama muhammadfatrahr.

 
"Ya Allah semoga selalu di lindungi pak Gub (emot menangis),, berita buruk pagi2" tulis asyraf_mustamin

Selain dibanjiri komentar positif, tidak sedikit juga komentar yang kritik dituliskan para netizen di akun Instagram NA itu. Bahkan ada pula yang mengajak sang gubernur untuk mampir di indekosnya di Jakarta.

Begitu juga akun bernama andrejuandalimbong, ia memberikan selamat kepada NA atas penangkapan yang dilakukan KPK.

"Selamat prof, langsung rompi orange," tulisnya pada kolom komentar IG nurdin.abdullah yang sudah centak biru. 

Salah satu postingan yang berisi komentar netizen terkait OTT KPK adalah proses pelantikan  11 kepala daerah terpilih di Sulawesi Selatan di Baruga Karaeng Pattingalloang, pada Jumat 26 Februari 2021.

"BERSAMA MEMBANGUN SULSEL

Atas nama Presiden Republik Indonesia, hari ini saya secara resmi melantik sebelas Kepala Daerah dan Wakilnya di Sulawesi Selatan, yang merupakan hasil Pilkada Langsung beberapa waktu lalu.

Saya percaya, bahwa saudara-saudari sekalian merupakan orang-orang pilihan di daerah ini, yang dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta amanah dari rakyat dengan sebaik-baiknya.

Saya mengajak kepada para Pemimpin Daerah untuk bersama-sama membangun, bekerja untuk rakyat, berkolaborasi dan bersinergi memberikan yang terbaik, termasuk untuk terus berjuang melindungi kesehatan masyarakat kita dari pandemi Covid 19, dengan tanpa melupakan sektor ekonomi demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.

Selamat bekerja untuk Sulsel Jaya." tulis di-captionnya. 

Sebagaimana diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di rumah jabatan (rujab) gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar dan di Rumah Makan Nelayan, Sabtu (27/2/2021) dini hari. 

Informasi yang diterima redaksi, tim lembaga Antirusuah itu menangkap 9 orang dalam OTT   kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan No : Sprin.Lidik-98/01/10/2020.

Tim KPK telah mengamankan beberapa orang diantaranya, Agung Sucipto (kontraktor, usia 64 tahun), Nuryadi (sopir dari Agung, 36 tahun), Samsul Bahri (Ajudan Gubernur Provinsi Sulsel, anggota Polri, berusia 48 tahun), Edy Rahmat (Sekretaris Dinas PU Provinsi Sulawesi Selatan), 
Irfandi (sopir dari Edy Rahmat). 

Sementara barang bukti yang diamankan KPK yaitu 1 koper yang berisi uang sebesar Rp 1 Miliar yang diamankan di Rumah Makan Nelayan, Jalan Ali Malaka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Tim KPK kemudian langsung membawa Prof. Nurdin Abdullah dan rombongan ke Bandara Sultan Hasanudin, Makassar. Namun terlebih dulu dilakukan pemeriksaan Swab antigen di Klinik Transit di Jln. Poros Makassar. 

Penulis : Reza Rivaldy/B