Dibangun PUTR Sulsel, Jembatan Darurat Sinjai-Bulukumba Bahayakan Rumah Warga

Melewati pekaran rumah warga

Dibangun PUTR Sulsel, Jembatan Darurat Sinjai-Bulukumba Bahayakan Rumah Warga
Pembangunan Jembatan Darurat Trans Sinjai-Bulukumba di Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai. (KABAR.NEWS/Syarif)






KABAR.NEWS, Sinjai - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, membangun jembatan darurat, setelah jembatan di ruas jalan penghubung Kabupaten Sinjai-Bulukumnba ambruk awal November lalu.


Pembangunan jembatan darurat yang berlokasi di Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai dilakukan agar aktivitas warga di daerah tersebut bisa tetap berjalan. 


Hanya saja, akses pembangunan jembatan darurat ini tepat berada di pekarangan rumah warga sekitar jembatan. 


Indo Sakka warga setempat yang pekarangan rumahnya dipakai untuk akses jembatan darurat, berharap agar jembatan ini tidak dilalui truk besar karena khawatir akan berdampak pada bangunan rumahnya.


"Saya berharap mobil besar tidak lewat di pekarangan rumah, karena pasti membahayakan konstruksi rumahku, apalagi di samping rumah saya sungai," ungkapnya kepada KABAR.NEWS, Selasa (16/11/2021).


Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga PUTR Provinsi Sulsel, Andi Sahwan Mulia mengatakan, UPT Wilayah VI Bulukumba, saat ini telah melakukan pembangunan jembatan darurat, tepat di sebelah jabatan yang ambruk itu.


"Sementara dikerja itu pak jembatan darurat, tepat di sebelah jembatan yang ambruk," ungkapnya.


Sementara Kepala UPT PUTR Provinsi Sulsel wilayah VI Bulukumba Sumartini, mengatakan untuk progres jembatan darurat sudah pemasangan bronjong jembatan.


"Sabar, karena pekerjaan jembatan darurat mulai berproses. Saat ini tengah penyelesaian pemasangan bronjong sebagai penyangga jembatan, dan bahan material lainnya sudah di lokasi juga," ujarnya.


Diberitakan sebelumnya, Jembatan Trans Sinjai-Bulukumba roboh, Kamis (4/11/21) lalu. Kadis PUPR Sinjai Taufiq Saleh yang meninjau sehari pasca kejadian ambruknya jembatan mengatakan, jembatan tersebut tidak dapat digunakan untuk angkutan umum atau roda.


"Plat jembatan yang patah, dilihat dari besi betonnya semua sudah keropos sehingga kondisinya sudah tidak layak lagi untuk dibenahi tetapi mesti dibuatkan jembatan baru, apalagi kondisi saat sekarang ini frequensi kendaraan yang melintasi di jalur ini semakin meningkat," jelasnya.


Penulis: Syarif/A