Dianggap Panutan, Aktivis HMI Jeneponto Sangat Sayangkan Perilaku NA 

Dianggap Panutan, Aktivis HMI Jeneponto Sangat Sayangkan Perilaku NA 
Ketua HMI Jeneponto, Amrullah Serang






KABAR.NEWS, Jeneponto - Sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jeneponto mengaku kecewa atas kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdulah (NA). 

NA terjaring OTT KPK di rumah jabatanya pada Sabtu (26/2/2021) malam. Lalu pada Minggu, (28/2/2021), KPK resmi menjadikan NA sebagai tersangka bersama dua orang rekanya, IR dan AS.

Ketua HMI Jeneponto, Amrullah Serang mengaku menyayangkan perilaku orang 01 di Sulsel terjerat kasus korupsi. Padahal, NA merupakan panutan bagi warga suku Bugis Makassar. 

"Tentu sangat disayangkan, orang nomor satu se-Sulsel yang banyak diandalkan masyarakat kini terjerat kasus korupsi apalagi baru-baru dia menerima penghargaan anti korupsi," ujarnya saat dikonfirmasi kabar.news via telepon, Minggu malam. 

Di kalangan masyarakat, NA terkenal dengan sikap kepedulian hingga membenci koruptor. Namun, hal itu berbanding terbalik. Justru Bupati Bantaeng 2 periode itu terjerat kasus korupsi proyek infrastruktur.

"Kalau saya tidak ada orang suci, hanya saja beliau ini adalah kebangaan banyak orang dan terkenal peduli rakyat dan benci koruptor, tapi kenyataanya dia yang terseret," jelasnya.

Amrullah menambahkan, atas kasus ini Nurdin Abdulah dinilai tidak mampu menjaga nama baik Sulsel dibawah kepemimpinanya.

"Tidak ada yang perlu dikecewakan, yang pasti sangat disayangkan karena tidak bisa menjaga nama baik Sulsel di bawah kepemimpinannya," ungkapnya.

Dia menyebut, bahwa setiap jabatan strategis yang diemban oleh setiap orang dinilai sangat dekat korups.

"Dengan kinerjanya selama ini dan berbagai predikat, bukan berarti kita tidak menyangka karena namanya jabata mana strategis pasti dekat dengan yang demkian," ucapnya.

Olehnya itu, ia mengaku biarlah KPK bekerja secara profesional dalam menangani kasus tersebut secara hukum. Untuk NA, diharap tetap tegar dan menerima konskuensi kejadian OTT tersebut 

"Semua bisa terjadi, yang pasti kita berharao proses hukumnya berjalan secara profesional dan ketegaran senantian menyerta pak prof," terangnya.

Amrullah serang juga menitip pesan kepada seluruh kepala daerah agar tidak melakukan kejahatan korupsi.

"Saya hanya berharap agar tidak melakukan kejahatan korup dan tetap fokus pada langkah langkah positif untuk memajukan daerah," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B