Diancam Rumah Dibakar, Pelajar di Luwu Dirudapaksa

Pelaku melakukan rudapaksa terhadap korban sejak 2020.

Diancam Rumah Dibakar, Pelajar di Luwu Dirudapaksa
Pelaku rudapaksa ditangkap Polres Luwu.(Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Luwu - Kepolisian Resort Luwu menangkap seorang perajin batu bata berinisial A (40) dalam kasus rudapaksa terhadap seorang pelajar berinisial D (16). Akibat rudapaksa tersebut korban mengalami trauma. 

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Supriyanto mengatakan pelaku ini diamankan unit Resmob Polres Luwu dikediamannya tanpa melakukan perlawanan, pada Jumat dini hari (23/4/2021).

"Hasil pemeriksaan, aksi tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan pelaku itu sudah terjadi sejak tahun 2020. Berawal saat pelaku membawa korban ke rumahnya," kata Supriyanto kepada KABAR.NEWS.

Lanjut perwira polisi berpangkat satu bunga melati itu menjelaskan, saat itu korban dipaksa untuk melakukan aksi mesum tersebut. Korban sempat menolak hingga akhirnya terpaksa mengikuti keinginan pelaku, lantaran diancam akan membakar rumah korban.

"Korban mau karena diancam, rumahnya akan dibakar kalau tidak mengikuti perintah pelaku," ucapnya.

Tak sampai disitu, aksi mesum yang dilakukan pelaku kemudian berlanjut hingga puluhan kali. Setiap kali menyetubuhi korban, pelaku mengiming-imingi akan memberikan uang.

Aksi bejat pelaku, bahkan ia lakukan terhadap korban di lokasi kerjanya di tempat pembuatan batu bata, di hutan belakang rumah korban, hingga di perkebunan sawit setempat.

"Pengakuan pelaku sudah kurang lebih 29 kali menyetubuhi korban. Hingga korban memberanikan diri untuk melapor," ungkap Supriyanto.

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Luwu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Penulis: Reza Rivaldy/B