Skip to main content

Diancam Ditembak usai Mencuri, Karyawan PT Tiran Ini Pilih Menyerahkan Diri

Diancam Ditembak usai Mencuri, Karyawan PT Tiran Pilih Menyerahkan Diri
Pelaku dugaan pencurian (tengah) saat diamankan di Mapolsek Panakukkang, Rabu (20/2/2019). (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Oknum karyawan PT. Tiran, Yusriadi alias Yusri (32), terpaksa harus berurusan dengan polisi karena terlibat dalam aksi pencurian dengan pemberatan. 


Baca juga: Dijanjikan Lulus Rekrutmen Polisi, Calon Bintara Tertipu Ratusan Juta Rupiah

Karena takut ditembak, ia pun menyerahkan diri ke Mapolsek Panakkukang, Kota Makassar, Rabu (20/2/2019) sekitar pukul 09.00 Wita.

 

Kapolsek Panakukkang, Kompol Ananda Fauzi Harahap, mengatakan pelaku sempat buron usai membobol kantornya sendiri dan menggasak mesin ceklok absensi serta merusak beberapa fasilitas kantor.


"Adanya laporan polisi terkait pencurian tersebut, anggota langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui bahwa pelaku pembobolan adalah karyawannya sendiri. Namun, pada saat itu, pelaku langsung melarikan diri," kata Ananda, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (20/2/2019).


Karena mengetahui pelaku adalah karyawan PT Tiran sendiri, lanjut Ananda, sehingga anggota Resmob Polsek Panakukkang hanya meminta pihak kantor dan pihak keluarga pelaku agar pelaku segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas dengan cara ditembak. 


"Tindakan tegas dengan cara ditembak itu maksudnya apabila pelaku memberikan perlawanan saat dilakukan penangkapan," terangnya.


Dan dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian dengan cara merusak pintu utama kemudian masuk mengambil mesin ceklok absensi PT. Tiran.

 

Tak hanya itu, pelaku juga merusak kabel komputer dan instalasi kabel CCTV dan kemudian mencoba membongkar kunci berangkas dengan menggunakan obeng.


Baca juga: Sempat Buron, Pejambret Ini Menyerahkan Diri Karena Rindu Orang Tuanya

"Pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolsek Panakukkang untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut," pungkasnya.


  • Lodi Aprianto

 

loading...