Di Depan PCNU Makassar, Danny Pomanto Izinkan Salat Ied Berjemaah

Salat Ied harus dilakukan di ruang terbuka dan mengedepankan protokol kesehatan.

Di Depan PCNU Makassar, Danny Pomanto Izinkan Salat Ied Berjemaah
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat menerima kunjungan PCNU Makassar di kediaman pribadinya Jalan Amirullah, Makassar. (Foto: Humas Pemkot Makassar)

KABAR.NEWS, Makassar - Perayaan hari raya Idulfitri tinggal menghitung hari lagi mulai di persiapkan oleh umat muslim. Tak terkecuali untuk lokasi salat Ied yang akan digunakan.

Khusus di Kota Makassar, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto telah mengeluarkan kebijakan dibolehkannya menggelar salat ied namun sebaiknya di ruang terbuka dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Hal tersebut kembali di tegaskannya saat menerima audience PCNU (Pengurus Cabang Nahdatul Ulama) Makassar di Kediaman Pribadinya,Jalan Amirullah, Senin (10/5/2021).


Danny Pomanto mengatakan perayaan shalat ied dalam suasana pandemi memang harus mematuhi beberapa protokol kesehatan demi kesehatan dan keselamatan bersama.


“Alhamdulillah tahun ini kembali kita bisa shalat ied. Meski harus menggunakan masker dan menjaga jarak serta prokes lainnya dan di gelar di ruang terbuka tapi saya himbau tolong di patuhi”,harap Danny.


Dihadapan PCNU ini, Wali Kota Makassar juga meminta agar semua warga dapat berpartisipasi menjalankan instruksi pemerintah.


“Tolong imbauan menggunakan masker dan juga ikut dalam penerima vaksin di indahkan. Ini semua demi menjaga diri sendiri,keluarga juga negara”,tutupnya.


Sebelumnya Danny mengatakan pihaknya meminta penggunaan jalan masing-masing RW untuk digunakan salat Ied. 


"Kami harap sebenarnya pilihan terbaik adalah di luar masjid, seperti yang dilakukan di Al Markaz. Itu di masjid tapi di luarnya. Terserah, mau lapangan atau jalan, tapi sebaiknya jalan," tuturnya. 


Danny mengatakan alasannya untuk tidak menggunakan masjid karena daya tampung jamaah yang tidak mungkin bisa dilakukan di masjid. 


"Kan rata-rata 500 prediksinya, nda mungkin lah masjid bisa menampung itu 500 orang, kecuali sekaligus dengan jalanan dekat masjid. Kenapa jalanan dekat masjid, supaya sound system bisa dipakai," paparnya

Untuk pengawasannya sendiri, kata Danny akan diterjunkan berdasarkan di masing-masing RW dengan jumlah pengawas bergantung jumlah penduduk. 


"Macam-macam. Bergantung luasnya. Karena ada RW yang sampai 1.000, ada 5.00, bahkan saya lihat ada 2.000. Misal di walanae itu ada 2.000 orang. Sehingga ini konsentrasi cukup besar untuk mengantisipasi itu," kata dia.

Penulis: Fitria Nugrah Madani/B