Skip to main content

Di depan Hakim, Terdakwa Mantan Kadis Perhubungan Jeneponto Kerap Mengaku Lupa

lup
Suasana Sidang Mantan Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Kadis Perhubungan Kabupaten Jeneponto, Amir Syarifuddin 

 

KABAR.NEWS, Makassar - Mantan Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Kadis Perhubungan Kabupaten Jeneponto, Amir Syarifuddin, menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (12/7/2018). 

Amir merupakan terdakwa perkara dugaan korupsi pembangunan dan penimbunan Terminal Karissa Jeneponto saat masih menjabat sebagai Kadis Perhubungan Jeneponto pada tahun 2015. Proyek ini menggunakan APBD Jeneponto tahun anggaran 2015. 

Singkat dan tidak banyak keterangan yang dipaparkan Amir saat ditanya hakim, seputar kasus tersebut. Amir malah kerap mengaku lupa. 

"Ini wewenangnya PPK kalau berbicara teknis. Bukan domain saya. Saya lupa yang mulia. Saya sudah lupa yang mulia," kata Amir menanggapi pertanyaan hakim.

Namun, Amir mengakui telah menerima uang dari PPK usai proyek ini berlangsung. Amir membenarkan pernyataan jaksa jika awalnya menerima uang sebesar Rp20 juta dari PPK yang saat itu dipegang oleh Hasanuddin Syam. 

"Waktu itu saya dibawakan uang Rp20 juta dari PPK setelah selesai pekerjaan. Waktu itu saya tidak tahu, saya cuma terima dia bilang dari Haji Hambali hanya itu. Benar ini ada hubungannya dengan proyek ini," imbuh Amir. 

Selanjutnya, Amir Syarifuddin akan menjalani sidang pembacaan tuntutan yang akan digelar pekan depan. Dalam kasus dugaan korupsi ini, ada juga tiga terdakwa lain yang disidangkan terpisah. 

Ketiganya ialah tiga terdakwa lainnya turut hadir di persidangan ini yaitu Hasanuddin Syam (Pejabat Pembuat Komitmen), Saenal Arifin (Konsultan Pengaws), dan Yanuar Sikki (Kontraktor). 

Amir Syarifuddin beserta terdakwa lainnya dikenai pasal Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

  • Andi Frandi