Dewan Tak Setuju Rencana Pemecatan Ratusan Honorer RSUD Jeneponto

Akan menciptakan pengangguran

Dewan Tak Setuju Rencana Pemecatan Ratusan Honorer RSUD Jeneponto
RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Wacana pengurangan ratusan tenaga honorer Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, ditolak anggota DPRD setempat. Salah satunya adalah Ketua Komisi IV, Kaharuddin Gau.


"Yang pastinya tidak setuju (pemecatan, red) kalau rumah sakit dalam keadan normal. Dalam kondisi keuangannya, tapi Sekarang semua orang tahu bahwa bukan cuman rumah sakit. Tapi semua SKPD pada kondisi posisi yang tidak stabil dalam kondisi keuangan. Karena adanya corona Sekarang," ujar Kaharuddin saat dihubungi KABAR.NEWS, Rabu (13/10/2021).


Kaharuddin Gau meminta manajemen RSUD Jeneponto memikirkan nasib para tenaga honorer apabila didepak dari rumah sakit tipe C tersebut. Meski dia mengakui bahwa pengurangan tenaga honorer tak dapat dihindari.


"Kalau hal itu memang terjadi, karena memang kondisi tidak bisa dipungkiri saat sekarang. Wajar-wajar saja. Cuma kembali pada satu hal, harus dipikirkan setelah anak-anak dipangkas mau dibawa ke mana?" jelasnya.


Menurut Legislator Fraksi PKB ini, jika kondisi keuangan rumah sakit kembali normal, maka ratusan tenaga honorer yang akan didepak tersebut wajib dipekerjakan kembali.


Kaharuddin Gau mengatakan pihak RSUD Lanto Daeng Pasewang belum menyampaikan kepada DPRD terkait wacana mengurangi tenaga honorer. Ia baru mengetahui wacana setelah membaca berita.


"Jelasnya kan untuk wacana pengurangan kuota honorer kan belum sampai ke DPRD tentang hal itu. Jadi kalau itu terjadi yang pastinya kita akan minta bagaimana rumah sakit dalam hal pengurangan tersebut," ucapnya.


Menurut dia, jika memang keuangan rumah sakit mampu dikelola dengan maksimal, tentu pihak rumah sakit akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar.


"Maka saat ini pengurangan tidak akan terjadi. Terkecuali memang Karena anggaranya tidak memungkinkan bisa saja dipangkas. Tapi perlu difikirkan ke depannya. Kecuali setelah dipangkas ini anak-anak dibawa ke mana," terangnya.


Menurut dia, jika kondisi keuangan rumah sakit kembali normal, tentu orang-orang yang sudah dipecat, harus direkrut kembali.


"Makanya setelah dipangkas bisa saja terjadi. Tapi harus dipikirkan kembali untuk direkrut kembali. Setelah rumah sakit dalam kondisi normal. Dalam hal pendapatannya," harap dia.


Penulis: Akbar Razak/B