Deretan Nama Dianggap Layak Pimpin Golkar Makassar

Golkar Makassar akan menggelar Musda.

Deretan Nama Dianggap Layak Pimpin Golkar Makassar
Logo Golkar. (Istimewa)






KABAR.NEWS, Makassar - Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar di sejumlah daerah diberi tenggat waktu hingga Maret 2021 untuk menggelar musyawarah daerah (Musda) dan membentuk kepengurusan baru.

Salah satunya adalah DPD II Golkar Makassar. Deretan nama-nama kader partai yang dianggap layak membawa Golkar lebih baik kedepan, pun sudah mulai bermunculan menjadi pesaing demisioner Ketua DPD Golkar Makassar, Farouk M Betta. 

Pengamat politik UIN Alauddin Makassar, Attock Suharto menilai, bukan perkara sulit mencari pemimpin untuk menahkodai Golkar Makassar. Ada banyak kader potensial yang bisa dicalonkan, baik di legislatif maupun kader yang meniti karir di tempat lain.

Sebut saja kata dia tiga figur kuat di legislatif yang dianggap tepat, yakni Anggota DPRD Sulsel dari daerah pemilihan(dapil) Makassar A, Debby Rusdi yang juga merupakan Wakil Ketua SPD Golkar Sulsel.

Kemudian ada Rahman Pina(RP) yang pengalamannya sebagai politisi dan pernah dua periode di DPRD Makassar juga tidak kalah kuat.

"Saat ini RP adalah anggota DPRD Sulsel Dapil Makassar B, mantan pengurus Golkar Makasaar, Ketua AMPG Sulsel dan Plt Ketua Golkar Maros," sebutnya, Senin(11/1/2021) di Makassar.

Lalu figur ke tiga adalah Anggota DPRD Sulsel Fachruddin Rangga.Fachruddin juga tidak kalah potensial dengan deretan pengalaman organisasi yang dimilikinya. Yakni sebagai mantan ketua AMPI Makassar, Mantan Ketua KNPI Makassar dan Mantan Pengurus Golkar Makassar serta mantan Plt Ketua Golkar Takalar

Akademisi dan kandidat doktor komunikasi politik UIN Alauddin Makassar itu menambahkan selain figur di legislatif, nama lain seperti Irman Yasin Limpo (None), Munafri Arifuddin (APPI) sebagai kader Golkar juga punya peluang yang sama.

"Semua kader berpeluang, termasuk pak None dan pak APPI, karena yang dibutuh Golkar hari ini agar bangkit dari keterpurukan adalah figur "petarung" dan punya jejaring ke struktur dan steakholders Golkar ke bawah," ulasnya.

Pengamat politik UIN Alauddin lainnya, Syahrir Karim juga memiliki penilaian yang sama. Golkar kata Syahrir mesti mencari figur yang bisa diterima di semua kalangan, khususnya di internal Golkar sendiri.

"Paling tidak punya modal sosial dan politik yang baik sehingga punya kesiapan secara politik menghadapi kontestasi demokrasi ke depan, minimal Pilgub," kata Syahrir.

Sebab Makassar bagaimana pun adalah kota menjdi episentrum politik Sulsel. "Pilwali baru-baru ini cukuplah menjadi bahan evaluasi bagi internal Golkar agar bisa lebih eksis ke depannya," tambahnya.

Nama-nama yang muncul tersebut, menurut Syahrir  sah-sah saja sejauh memiliki kedekatan emosional dengan elite-elite Golkar saat ini.

"Pilihan-pilihan posisi ketua tetap harus punya kekuatan elit yang membeck-up selain punya rekam jejak dan modal sosial dan politik yang cukup," ucapnya.

Penulis: Rahma Amin