Denyut Ekonomi Makassar Diklaim Mulai Pulih di Tengah Pandemi

Kondisinya mulai membaik memasuki triwulan ketika dengan pertumbuhan 1,5 persen

Denyut Ekonomi Makassar Diklaim Mulai Pulih di Tengah Pandemi
Diskusi Publik Refleksi Akhir Tahun 2020 DPRD Kota Makassar






KABAR.NEWS, MAKASSAR-- Covid-19 di Kota Makassar telah berlangsung delapan bulan sejak pasien pertama ditemukan pada awal Maret lalu. Dampak yang ditimbulkannya pun tak terhindarkan, ratusan tenaga kesehatan yang bertaruh nyawa, juga sektor ekonomi juga mengalami penurunan secara signifikan. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, ekonomi Makassar mendapat pukulan yang luar biasa. Pada triwulan kedua pertumbuhan ekonomi minus 3 persen. Kondisinya mulai membaik memasuki triwulan ketika dengan pertumbuhan 1,5 persen. Kondisi ini menjadi momentum yang baik untuk pemerintah mengambil kebijakan yang tepat.

Dengan keadaan yang mulai terkendali, pemerintah pun mulai mendorong adanya pemulihan ekonomi dengan sejumlah kebijakannya yang dianggap ampuh mengembalikan optimisme konsumen.

Pj. Walikota Makassar, Rudi Djamaluddin mengungkapkan, Kota Makassar merupakan salah satu kota yang dianugerahi potensi dan kekuatan yang tidak terlalu sulit dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi. 

Kesulitan itu menurut ia tidak begitu berat, dengan Makassar memiliki modal yang cukup besar untuk pertumbuhan ekonomi kembali normal.

Sebagai kota niaga, Rudy menjelaskan bahwa Makassar memiliki posisi strategis karena menjadi pusat titik temu beberap kota atau daerah lain dalam proses kegiatan ekonomi.

"Banyak kota lain yang sudah buktikan kalau ini dikelola dengan sistematis potensi pendapatan bis meningkat signifikan. 5 sampai 10 triliun bisa kita capai dalam setahun,"kata Rudi ketika menjadi pembicara dalam kegiatan diskusi publik Refleksi Akhir Tahun yang digelar Sekretariat DPRD Makassar di Hotel Claro Kamis (10/12/2020).

Sementara Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo menjelaskan dari tiga kali pergantian PJ walikota, masing-masing memiliki cara dalam mencegah dan menghentikan penyebaran Covid-19 makin meluas." Semua pada prinsipnya adalah bagaimana penerapan protokol berjalan,"katanya.

Dalam penanganannya oleh Satuan Tugas(Satgas)Covid-19 yang dipimpin Pj Walikota Makassar, penanganan tidak bisa hanya fokus pada segi kesehatan saja, dan mengabaikan ekonomi."Ini yang diapresiasi oleh pemerintah karena membuka ruang-ruang ekonomi kembali hidup," imbuhnya.

Ia pun mengapresiasi langkah Pemkot Makassar, jika dibandingkan dengan Jakarta yang hingga saat ini masih berlangsung PSBB transisi. Bahkan para pengusaha diakui banyak mengerti kondisi dan tanggung jawab sosialnya. 

"Di Makasar ini ada kepastian kesehatan, ekonomi jalan. Para pengusaha kita juga tau betul ada tanggungjawab sosial, banyak yang bantu," tukas Rudi.

Sementara Pengamat Ekonomi, Bahtiar Mandatuang juga menyarankan ketepatan pemerintah dalam mengambil kebijakan sangat penting. Termasuk mendorong swasta untuk masuk investasi.

Kedua adalah mendorong sektor-sektor yang bisa bertahan seperti UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif lainnya,"padat karya kalau bisa didorong bisa meningkatkan ekonomi dalam rangka mengurangi pengangguran," tandasnya

Penulis :Fitria Nugrah Madani/B