Skip to main content

Debat Publik Kedua, Seperti Apa Jualan Para Kandidat di Pilkada Jeneponto? 

kpu jeneponto

Debat publik kedua Pilkada Jeneponto di Hotel Singgasana, Makassar, Jumat (11/5/2018) malam. 

 

KABAR.NEWS, Makassar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jeneponto menggelar debat publik kedua Pilkada Jeneponto di Hotel Singgasana, Jl Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (11/5/2018) malam. 

Debat publik yang disiarkan langsung stasiun TVRI itu dimoderatori Fauziah Erwin. Semua kandidat ikut hadir, nomor urut 1 Mulyadi Mustamu-Muh Kasmin MS (Mukmin Bisa), nomor urut 2 Muhammad Sarif-Andi Tahal Fasni (Syafaat), nomor urut 3 Iksan Iskandar-Paris Yasir (Siap) dan nomor urut 4 Baharuddin Baso Jaya-Isnaad Ibrahim (Barani Uranta). Para kandidat ini saling memaparkan "jualan" program kerjanya. Simak ya!

Pasangan Calon Bupati Jeneponto H Mulyadi Mustamu-Muhammad Kasmin Ms menegaskan, jika nantinya terpilih akan meningkatkan potensi sumber daerah dalam meningkatkan sumber daya manusia, prestasi olahraga dan pembangunan kelembagaan kepemudaan.

"Potensi Jeneponto adalah merupakan yang terbaik di Sulawesi Selatan karena kader-kader pemuda banyak yang terbaik. Saat ini potensi olahraga kepemudaan kurang dilirik, olehnya itu jika kami terpilih, potensi ini akan kita kembangkan termasuk membangun sarana dan prasarana olahraga di Jeneponto," janji Mulyadi.

Sementara itu, pasangan nomor urut 2, Muh Syarif Patta-Andi Tahal Fasni menandaskan, ke depannya akan melakukan pembagunan secara merata, bukan hanya sebahagian saja. Pemerataan pembangunan harus heterogen, karena tidak semua kondisi wilayah sama. Dari 11 kecamatan, tidak sama kondisi wilayah. 

"Ada yang dingin, ada hangat, dan yang panas, maka itu perlu pengkajian ahli," kata Syarif.

Paslon nomor urut 3, Iksan-Paris menyampaikan, sumber daya alam Jeneponto sangat menjanjikan kesejahteraan masyarakat, di mana Jeneponto mempunyai luas wilayah 149 km persegi, terbagi dalam tiga karakter wilayah.

"Ada wilayah pegunungan, ada wilayah dataran rendah dan ada daratan pesisir pantai. Semuanya ini kalau kita lakukan pembangunan akan membutuhkan analisa, seperti yang dikatakan nomor urut 2 mempunyai karakter yang berbeda," ucap Iksan.

Terakhir, paslon nomor 4, H Baharuddin-Isnaad Ibrahim mengutarakan, pembangunan akan berubah jika dibarengi dengan tuntunan agama yang mendalam.

"Terkait dengan religius ini, perlu kita ketahui masyarakat Jeneponto ini perlu terbina dan pengamalan," tutur Baharuddin Nai.

  • .Hardi