Debat Pilwali Makassar, Ajang Kandidat Tarung Gagasan

Debat Pilwali Makassar, Ajang Kandidat Tarung Gagasan
Para pasangan calon wali kota-wakil wali kota Makassar. (kabar.news/irvan)

KABAR.NEWS - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember mendatang memasuki tahapan debat publik yang akan diikuti oleh empat pasangan calon wali kota-wakil wali Makassar pada pekan awal November ini.

 
Kemudian debat kedua bergulir akhir November. Puncaknya, debat ketiga akan bergulir 4 Desember mendatang di Makassar.
 

Sementara tema debat pertama akan membahas isu “Sosial budaya, pendidikan, keamanan, lingkungan, transportasi dan toleransi”.

 

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Andi Lukman Irwan, berujar dalam tahapan ini kandidat harus mampu mengeksplor gagasan teknis dari setiap Paslon.

 

"Sehingga narasi-narasi yang muncul narasi program yang betul-betul bisa menyelesaikan masalah yang dirasalam masyarakat sesuai data dan fakta yang ada, ada banyak program yang dirasakan masyarakat harus mampu dijawab dengan program strategis oleh para paslon yang bersifat detail dan teknis," kata Lukman, Jumat kemarin.

 

Lukman menambahkan, masyarakat saat ini sebagian besar belum menentukan pilihan. 

 

Namun dengan adanya debat ini, kandidat diharapkan mampu memberikan mempengaruhi masyarakat dengan menjual gagasan yang kritis dan menarik. 

 

"Ini harus diketahui paslon untuk menjual gagasan yang menarik secara elektoral program-program yang stategis yang bisa menjawab langsung kebutuhan masyarkat," pungkasnya.

 

Sementara, Pengamat Politik Unhas, Sukri Tamma mengatakan debat kandidat November nanti harus menjadi ruang debat sekaligus gambaran pilihan kebijakan yang lebih nyata.

 

"Sehingga masyarakat dapat melihat aspek potensi realibilitas kebijakannya jika mereka terpiolih. hal ini penting agar masyatakat punya gamnbaran yang lebih obyektif dan bukan hanya sekedar jargon dan janji politik," kata Sukri.

 

Idealnya, forum debat menjadi ruang untuk mengeksplorasi lebih jauh visi misi kandidat, utamanya terkait pilihan kebijakan teknis yang nantinya akan mereka laksanakan sesuai bidang yang diperdebatkan. 

 

"Makanya menurut saya debat kandidat ini nantinya bukan merupakan ajang untuk sekedar tampil dalam konteks image saja, namun memunculkan eksplorasi lebih jauh dari hal-hal yang mereka kampenyekan sejauh ini pada masyarakat," terangnya.

 

Penulis: Rahma Amin/B