Dapatkan Perlakuan Refresif, PMII dan ISNU Parepare Kecam Aparat Kepolisian

 Mantan Ketua KNPI Parepare ini berharap agar tindakan tersebut tidak terulang lagi dan pihak kepolisian bertanggung jawab atas sejumlah mahasiswa yang terluka akibat peristiwa itu.

Dapatkan Perlakuan Refresif, PMII dan ISNU Parepare Kecam Aparat Kepolisian
Ketua ISNU Kota Parepare, Minhajuddin Ahmad.

KABAR.NEWS, PAREPARE - Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Kota Parepare, Minhajuddin Ahmad menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang menurutnya represif terhadap mahasiswa yang menggelar demo di depan Gedung DPRD Kota Parepare, Rabu (7/10/2020).

 Mantan Ketua KNPI Parepare ini berharap agar tindakan tersebut tidak terulang lagi dan pihak kepolisian bertanggung jawab atas sejumlah mahasiswa yang terluka akibat peristiwa itu.

 “Saat ini ada sekitar 12 mahasiswa yang sedang dirawat di UGD RSUD Andi Makkasau Parepare akibat tindakan kepolisian,” ungkap Minhajuddin.

 “Ada yang luka akibat gas air mata, ada yang kena peluru karet di bagian kepala dan dada, dan ada yang kena pukulan. Ini sangat berbahaya bagi mereka. Tindakan ini sangat kami sayangkan,” lanjut mantan legislator DPRD Parepare 4 periode ini.

 Ketua Cabang PMII Kota Parepare, Zulkifli meengecam tindakan Refresif yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian sangat tidak layak untuk dipertontonkan ditengah perjungan para mahasiswa demi masyarakat Luas

 "Tidak sepantasnya Aparat Kepolisin Melakukan tindakan refresif terhadap Mahasiwa bukan main kurang lebih ada 14 peserta aksi yang dilarikan ke rumah sakit, tindakan aparat kepolisian ini sudah tidak sejalan dengan tugas dan fugsi kepolisian,"paparnya.

Ia  juga menambahkan dengan adanya  peserta aksi yang menjadi korban refresif aparat kopolisian, kami menuntut adanya pengusutan setuntas tuntasnya  terkait adanya aparat yang tidak bertangung jawab, tutupnya.

 Sementara keterangan Kapolres Parepare AKBP Budi Susanto ikut menyayangkan peristiwa tersebut. “Pihak kepolisian bertugas mengawal dan mengamankan aksi demo, tetapi yang terjadi kenapa demonstran langsung menyerang anggota yang melakukan pengamanan. Anggota kami juga ada yang terluka, dan itu juga saya tidak harapkan,” kata Kapolres.

 Dia berharap tidak perlu terjadi lagi peristiwa seperti ini ke depan. “Seandainya dikedepankan etika dan sabar untuk bernegosiasi tentu tidak akan ada hal seperti ini. Yang jelas kami juga menganev kembali apa yang sudah terjadi,” tandas Kapolres.

 Gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Parepare mengatasnamakan Aliansi Fraksi Rakyat (Afarat) ini menggelar aksi damai penolakan UU Cipta Kerja (Omnibuslaw) di beberapa titik di Parepare. Mereka menuntut agar DPRD Parepare menolak UU tersebut secara tertulis. 

 

Penulis: Arsyad/C