Danny Pomanto Berpotensi Ulang Proses Lelang Jabatan

Lelang jabatan akan diulang jika pejabat tidak sesuai dengan visi misinya sebagai Wali Kota Makassar terpilih.

Danny Pomanto Berpotensi Ulang Proses Lelang Jabatan
Wali Kota Makassar terpilih, Danny Pomanto. (Foto: Dok KABAR.NEWS)






KABAR.NEWS, Makassar - Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan lelang jabatan yang telah dilaksanakan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin berpotensi diulang. Hal itu dilakukan jika tidak memenuhi syarat ditentukan Tim Transisi dan visi-misinya.

Danny Pomanto mengatakan proses lelang jabatan bisa diulang jika pejabat tidak sesuai dengan kriteria dengan visi dan misinya. Danny mengaku akan mengkonsultansikan kriteria kepada tim transisi. 

"Kalau saya pilih, berarti, oke. Siapa tahu tidak memenuhi kriteria semua, mereka tidak pernah mempertimbangkan soal visi-misi kita maka berarti diulang," kata Danny di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (25/2/2021).

Pihaknya mengaku akan menerima laporan Tim Transisi terkait kriteria seleksi lelang jabatan tersebut. Namun, Danny mengatakan tidak ada tendensi akan dilakukan pihaknya. Olehnya itu, untuk pemilihan kepala dinas bakal ditentukan dirinya akan dipertimbangkan berdasarkan laporan Tim Transisi. 

"Belum tahu, karena proses, kriteria juga bukan dari saya. Karena kalau saya lahirkan macam macam tafsiran, boleh dikatakan dendam lah, suka tidak suka lah,teman temannya, macam begitu. Makanya saya hanya ini menerima dari laporan dari tim transisi. Tim transisi sudah mengumumkan itu," papar Danny.

Lebih lanjut, Danny bahkan mengaki pendaftar saat ini bukan merupakan orang yang pernah bekerja di masa Pemerintahannya. 

Namun ia mengatakan dapat mengangkat orang baru jika memang memiliki performa yang baik. 

"Kebetulan yang lolos tidak saya pakai dulu, jadi berarti saya tahu sekali orang orang ini, kira kira begitu. Ada juga orang baru yang punya daya tarik yang bagus," lanjutnya.

Sementara, ia mengakui kemungkinan tetap akan memilih pejabat dari delapan jabatan lelang yang telah dilakukan seleksi sebelumnya. Hal ini menurutnya berdasarkan pejabat yang cocok dengan visi misi pihaknya.

"Yang dipilih berarti sah, yang tidak dipilih berarti diulang. Simpel. Tapi kemungkinan ada yang saya pilih," tandasnya.

Penulis: Fitria Nugrah Madani/B