Danny Pomanto: 50 persen Warga Makassar sudah Divaksin

Gencarkan vaksinasi

Danny Pomanto: 50 persen Warga Makassar sudah Divaksin
Ilustrasi. Seorang pria menutup mata saat disuntik Vaksin Covid-19 pada program vaksinasi yang digelar Hipmi Sulsel di Hotel Four Point, Makassar. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)












KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, lewat program Makassar Recover terus mengebut program vaksinasi Covid-19 untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.


Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto menyebut 600 ribu lebih atau 50 persen penduduk Kota Daeng telah mendapat suntikan vaksin Covid-19. Berdasarkan data BPS (2020), jumlah penduduk Makassar sebanyak 1.423.877.


Belum puas dengan capaian vaksinasi tersebut, Pemkot Makassar memperluas penyuntikan anti-body melalui jejaring komunitas dan vaksinasi massal.


"50 persen dari 1,2 juta orang kalau posisi sekarang. Kita dukung sekali seluruh kegiatan vaksinasi yang digelar komunitas, itu mempercepat karena mereka memiliki jejaring sendiri," tutur Danny saat dihubungi, Kamis (2/8/2021). 


Pelaksanaan vaksinasi massal yang disiapkan pun akan dilakukan di 11 titik berbeda. Berlangsung selama tiga hari sampai 3 September 2021. Terdapat sebanyak 75 ribu dosis Sinovac untuk suntikan pertama dan kedua.


Sementara itu, Juru bicara Makassar Recover Indira Mulyasari mengatakan, Gebyar Vaksinasi Covid-19 yang akan diselenggarakan pada 11 titik agar mempermudah masyarakat mendapatkan vaksin. 


"Pada tanggal 1 sampai 3 ada vaksin serentak dilaksanakan di 11 Titik. Banyak tempat vaksin disediakan ini agar warga lebih mudah mengakses tempat vaksin, jadi misalnya warga di daerah Daya cukup di daerah sana juga vaksin," terangnya


Adapun 11 titik tempat pelaksanaan vaksin gratis yakni Asrama Haji Sudiang, Daya Grand Square (Transmart), Universitas Islam Makassar Tamalanrea, Kampus PIP Makassar (Jl. Tentara Pelajar), Universitas Negeri Makassar (Jl. Pettarani), Masjid Al Markaz Jenderal Jusuf, Sekolah Islam Athirah (Jl. Kajaolalido), Mal Ratu Indah, Nipah (khusus pendonor PMI), Universitas Ciputra Centre Point of Indonesia (CPI) dan Hotel Four Points by Sheraton (Jl. Andi Djemma).


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B