Kukuh Pakai GeNose saat PTM, Danny Sarankan IDI Makassar Protes ke Kemenkes

IDI sebelumnya mengkritik kebijakan ini

Kukuh Pakai GeNose saat PTM, Danny Sarankan IDI Makassar Protes ke Kemenkes
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto pada pertemuan virtual terkait penanganan Covid-19. (IST/Humas Pemkot Makassar)












KABAR.NEWS, Makassar - Wali Kota Makassar, Sulsel, Moh. Ramdhan Pomanto atau Danny menegaskan pihaknya tetap akan memakai GeNose sebagai alat screening Covid-19 untuk anak sekolah saat pembelajaran tatap muka (PTM).


Pernyataan Danny sekaligus mengabaikan kritik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang sebelumnya meminta Pemkot Makassar memakai tes Swab PCR untuk para siswa, dengan alasan validitas alat tersebut. 


"Jadi (genose) bukan untuk testing tapi screening," ucap Danny di Makassar, Rabu (20/10/2021).


Menurut Danny, GeNose tetap bisa digunakan karena memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Olehnya itu, kritik IDI Makassar tak berpengaruh terhadap izin penggunaannya. 


"IDI bukan yang memberi otorisasi izin-nya, kalau ada komplain begitu itu ke kemenkes," saran Danny.


Sebelumnya, Ketua IDI Makassar Siswanto Wahab mempertanyakan alasan Pemkot Makassar memakai GeNose sebagai alat untuk memeriksa kondisi paru-paru siswa yang akan mengikuti PTM.


Menurutnya, GeNose bukanlah alat untuk screening kesehatan. Siswanto berpendapat, seharusnya Pemko Makassar melakukan CT Toraks jika memang ingin mengetahui kondisi paru-paru siswa.


Danny sendiri bersikukuh tetap memanfaatkan alat yang dikembangkan UGM tersebut selama masih direkomendasikan oleh Kemenkes. Menurut Danny, protes seharusnya dilayangkan ke Kemenkes sebagai otoritas penanganan Covid-19.


"Sama negara yang beri rekomendasi itu, jangan sama kita selama negara mengakui," tukas Danny


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B