Danny Jamin Keamanan Data Penduduk dalam Aplikasi Makassar Recover

Karena diolah oleh big data

Danny Jamin Keamanan Data Penduduk dalam Aplikasi Makassar Recover
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto saat melaunching Makassar Recover di rumah pribadinya, Jumat (5/3/2021). (KABARNEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto telah melaunching program Makassar Recover yang diketahui akan berbasis penerapan aplikasi dan QR Code. 


Dalam aplikasi Makassar Recover, data warga akan diperlukan untuk mendeteksi kesehatan. Danny mengatakan pihaknya akan menggunakan Data Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk penginputan data Nomor Induk Kependudukan (NIK).


"Minggu Depan kami akan menghadap Menteri kesehatan dan seluruh elemen yang berhubungan. Termasuk Dukcapil. Karena data NIK-nya itu harus dengan server Mendagri. Dan itu sudah kami komunikasi, sisa administrasi dan regulasinya," ujar Danny di kediamannya Jalan Amirullah, Jumat (5/3/2021). 


Kendati demikian, Danny mengatakan warga Kota Makassae tak perlu merasa khawatir dengan penyalahgunaan data NIK tersebut.  Dirinya menjamin bahwa Pemkot Makassar telah memiliki Big Data dengan pengaplikasian Smart City 

"Selama ini kami sudah punya Big Data, jadi sebenarnya itu bukan barang baru bagi Makassar dengan Sombere dan Smart City. Cuma 2 tahun ini dimatikan. Sekarang kami sudah mulai aktifkan kembali, kita update," terangnya


Sehingga dengan big data tersebut, sekaligus juga dapat mendata seluruh warga dengan barcode. Hal ini kelak nantinya dapat mempermudah melakukan sensus penduduk.


"Intinya dari Big Data yaitu updatingnya. Kami sudah mengupdate, apalagi program barcoding ini dengan setiap orang dan setiap rumah, sekaligus ini menjadi grand sensus bagi seluruh masyarakat dan seluruh menjadi big data yang baru," jelas Danny. 


Nantinya, data yang dikumpulkan pemerintah dari aplikasi Makassar Recover tersebut bisa dikembangkan dengan berbagai pengaplikasian bidang lain, terutama pada sektor ekonomi.


"Banyak hal kegiatan yang bisa kita pakai, termasuk pajak, parkir, dan sistem perizinan dengan QR Code itu ini bisa kita pake, bukan sekadar sebuah program selesai, selesai," paparnya.


"Jadi ini program kita bukan hanya Covid saja, tetapi seluruh pengelolaan perkotaan ini. Termasuk pengelolaan perkotaan, dan belanja kota," pungkas Danny.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/A