Danny Ancam "Buldozer" Twin Tower Jika Tak Punya IMB

Merasa tak ada urusan dengan Perseroda

Danny Ancam "Buldozer" Twin Tower Jika Tak Punya IMB












KABAR.NEWS, Makassar - Wali Kota Makassar, Sulsel, Moh. Ramdhan Pomanto mengkritik Pembangunan Menara Kembar (Twin Tower) di Kawasan Center Points of Indonesia (CPI). 


Wali kota yang karib disapa Danny membeberkan, bahwa Pembangunan Twin Tower yang digarap perusahaan BUMN tersebut bermasalah sebab berada di atas Ruang Terbuka Hijau (RTH). 


Diketahui, Twin Tower merupakan proyek Pemerintah Provinsi Sulawesi  Danny mempertanyakan proyek tersebut harusnya mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). 

"Sudah kemarin datang, dia suruh ke Perseroda. Tapi tdk ada urusan dengan perseroda, urusannya harus ada IMB-nya di situ, kalau tidak ada saya dozer ki," ungkap Danny di Kediamannya, Jalan Amirullah, Rabu (3/3/2021). 


Lebih lanjut, dirinya menilai pembangunan tersebut berpotensi melanggar Undang-undang dan Peraturan Daerah (Perda). Hal ini kata Danny berdasarkan UU Nomor 7 bahwa proyek tersebut harus berada dalam naungan Pemerintah Kota.


"Kebetulan saja, UU Nomor 7 mengamanahkan bahwa kawasan reklamasi itu ijinnya ada di provinsi, tapi kalau jadi darat, itu tetap kota punya," ungkapnya. Olehnya itu, Danny menegaskan akan mengembalikan fungsi RTH di kawasan CPI.


"Melanggar RTH itu pidana, dan pemerintah pusat tidak bisa membatalkan Perda. Perda hanya bisa dibatalkan dengan Perda itu sendiri," ungkapnya.


Padahal kata Danny, lahan Pemkot Makassar memang seluas 3,3 Ha. Pihaknya bakal menuntut untuk kembali mengevaluasi pembangunan di CPI, sebab dia mengklaim ide pembangunan kawasan ini berasal darinya.


"Inilah yang kita punya diperjanjian 3,3 hektar, kemudian dikacaukan lagi kemarin. Saya tuntut kembali ini barang, saya yang ajukan itu CPI dari ide saya untuk kota," pungkasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B