Skip to main content

Dana Hibah Dikelola Dispora, Dewan Tidak Percaya KONI Sulsel?

Dana Hibah dikelola Dispora, Dewan Tidak Percaya KONI Sulsel?
Ilustrasi gedung DPRD Sulsel. (KABAR.NEWS)

KABAR.NEWS, Makassar - Dana hibah untuk KONI Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada tahun anggaran 2019 akan dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang diketahui Rp10 miliar.




Ketidakpercayaan DPRD Sulsel khususnya Badan Anggaran (Banggar) terhadap KONI, diduga menjadi sebab sehingga anggaran dana hibah untuk pembinaan atlet cabang olahraga akan dikelola Dispora.


Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel Fachruddin Rangga tidak sepenuhnya menampik alasan tersebut. Dia mengatakan pengelolaan dana hibah ke Dispora Sulsel memiliki alasan-alasan tertentu.


Ketua Banggar DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga. (KABAR.NEWS/Arya)
Ketua Banggar DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga. (KABAR.NEWS/Arya)


"Ini bukan soal kepercayaan, dikelola Dispora sekadar untuk ada kejelasan khususnya dana pembinaan agar atlet bisa berjalan secara efektif. Kalau ada persepsi masyarakat dewan tidak percaya KONI, itu penilaian masyarakat," ujar Fachruddin Rangga via telepone, Jumat (7/12/2018).


Rangga menjelaskan, dana hibah untuk KONI Sulsel dikelola Dispora karena selama ini dana hibah pembinaan atlet yang dikelola KONI, tidak dapat dimaksimalkan khususnya kepada cabor yang berpotensi berprestasi.



Hal itu menurut Rangga berdasarkan laporan dan keluhan dari pengcab olahraga yang ada di bawa KONI Sulsel. Maka dari itu, pencairan dana hibah pembinaan atlet yang akan dikelola Dispora Sulsel dialokasikan secara transparan.


"Kita sudah sampaikan, kalau di Dispora harus ada nomenklatur. Nanti pencairan dana hibah ada berita acaranya, untuk pengcab dan ditanda tangani koni di situ akan tertuang jelas," katanya.


Ketua KONI Sulsel, Ellong Tjandra (tengah)
Ketua KONI Sulsel, Ellong Tjandra (tengah). (KABAR.NEWS)


Terpisah Ketua KONI Sulsel, Ellong Candra mengaku pihaknya tidak dipercaya oleh DPRD Sulsel sehingga dana hibah dikelola oleh Pemprov Sulsel melalui Dispora.


"Iya begitulah dek," kata Ellong Candra, melalui pesan singkatnya kepada KABAR.NEWS.


Sebelumnya, Banggar DPRD Sulsel meminta Pemprov Sulsel menahan pencairan dana Porda Sulsel 2018 karena lambannya Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) KONI Sulsel terkait anggaran yang digunakan sebelumnya.




Pasca berakhirnya Porda Sulsel 2018 di Kabupaten Pinrang dua bulan lalu, LPJ kegiatan tersebut juga belum sampai ke meja pemerintah.
 

 

loading...