Cuci Pakaian Pasien Covid-19, RSUD Jeneponto Siapkan Laundry Khusus

Menekan penyebaran Covid-19 dari baju pasien.

Cuci Pakaian Pasien Covid-19, RSUD Jeneponto Siapkan Laundry Khusus
Perawat RSUD Lanto Daeng Pasewang saat akan me-laundry pakaian pasien Covid-19. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Jeneponto melarang keluarga pasien terkonfirmasi Covid-19 mengambil pakaian. Untuk itu, RSUD Lanto Daeng Pasewang menyiapkan laundry untuk pakaian yang telah digunakan pasien. 

Ketua Satgas Covid-19 RSUD Jeneponto, dr St Pasriany mengatakan itu dilakukan sebagai salah satu cara diyakini efektif untuk memutus mata rantai virus corona. Ia mengatakan sangat berisiko jika pakaian pasien Covid-19 jika dibawa pulang.

"Pertama tidak ada lagi alasan untuk pasien menukar barang dengan keluarganya. Kedua, kalau pakaiannya dicuci di luar, artinya pakaian yang awalnya kotor mungkin punya virus, dibawa pulang berisiko. Jadi efek penularan juga," ujarnya saat ditemui KABAR.NEWS di ruang kerjanya, Kamis (11/2/2021).

Selain itu, pihaknya juga mengaku tidak mau membebani para pasien maupun keluarga pasien. Dia menjelaskan bahwa ketika pasien dinyatakan terkonfirmasi masuk ke RSUD Jeneponto dan akan menjalani isolasi, maka sejumlah pakai mereka langsung di laundry. 

"Jadi pas pasien mau isolasi, kami langsung laundry-kan, karena kita sudah fikirkan semua. Ini hanya khusus pasien positif corona," ungkapnya. 

Petugas tenaga kesehatan juga rutin tiap hari laundry pakaian para pasien. Ketika sudah dicuci, petugas akan langsung mengantarkan dan membagikan pakaian mereka masing-masing. 

"Kami bagikan laundry itu penuh keranjang dan kami kasihkan masing-masing," pintanya.

Lokasi atau tempat laundry khusus untuk pasien corona juga sudah disiapkan. Dokter ahli Gizi ini mengaku inovasi ini sudah digagas sejak awal Maret 2020 hingga sekarang.

"Sejak bulan tiga kami mulai, salah satu cara untuk mematahkan penularan," terangnya. 

Ia mengaku, selain pakaian pasien di cuci, makanan, susu hingga vitamin  juga di tanggung oleh pihak rumah sakit. Jika terdapat keluarga pasien yang hendak mengirimkan makanan untuk keluarga itu diperbolehkan, namun harus melalui serangkaian pemeriksaan, salah satunya pemeriksaan Gizi.

"Makanan seperti itu, kami tunggung semua, cuman tidak menutup kemungkinan ada keluarga pasien datang, atau kirim makanan. Jadi di titip ke perawat. Tapi harus lewat saya, karena saya ahli gizi. Semua makanan kami ukur baik-baik," pungkasnya. 

Penulis: Akbar Razak/B