Cuaca Buruk, Helikopter BPBD Mendarat Darurat di Jeneponto

Helikopter mengudara untuk memantau kondisi Bendungan Karaloe, Jeneponto.

Cuaca Buruk, Helikopter BPBD Mendarat Darurat di Jeneponto
Helikopter BPBD Sulsel mendarat darurat di Kampung Borong Tala, Desa Bontojai, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto akibat cuaca buruk. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Warga Kampung Borong Tala, Desa Bontojai, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto dikejutkan sebuah helikopter milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan pada pukul 11.00 Wita, Jumat (29/1/2021). Helikopter tersebut mendarat di Kampung Borong Tala akibat cuaca buruk. 

Seorang warga, Ridwan (33) mengatakan, mulanya helikopter tersebut terlihat berputar-putar di udara dan akan jatuh. Setelah berputar-putar, helikopter tersebut akhirnya memilih mendarat di lahan kosong di Kampung Borong Tala.

"Saya melihat berputar-putar di atas dan mengira heli itu akan jatuh. Namun ternyata helikopter mendarat secara mendadak," ujarnya saat dikonfirmasi KABAR.NEWS.

Ia mengaku setelah helikopter tersebut mendarat, dirinya mencoba mendekat dan menanyakan perihal terkait kejadian tersebut.

"Ia saya ke lokasi dan menanyakan pilot dan kru helikopter tersebut. Kata pilotnya, ia dari Makassar dan Takalar guna memantau keadaan di beberapa daerah," jelasnya. 

Sementara itu, Anggota BPBD Sulsel, Sulayman Patittingi (48) mengatakan dirinya terbang untuk memantau kondisi Bendungan Karaloe Jeneponto. Ia mengaku helikopter mendarat darurat di Kampung Borong Tala karena cuaca buruk. 

"Iya betul sesuai perintah pimpinan kami. Tadi pagi disuruh untuk memantau kondisi Bendungan Karaloe dengan rute Gowa, Takalar dan Jeneponto. Berhubung karena cuaca buruk, pilot putuskan untuk parkir sejenak sambil menunggu cuaca membaik," terangnya. 

Sulayman mengaku helikopter yang ditumpanginya mengangkut lima orang. Mereka diantaranya tiga dari BPBD Sulsel, 1 teknisi, dan seorang pilot. 

Penulis: Akbar Razak/A