Skip to main content

Corona, Napi Lapas Bulukumba Bebas Salah Satunya Polwan

Corona, Napi Lapas Bulukumba Bebas Salah Satunya Polwan
Anggota Polwan Polres Bulukumba, Fitri mendapat asimilasi di Lapas Klas IIA Bulukumba saat disambut oleh rekan seangkatannya, Rabu (1/4/2020). (KABAR.NEWS/Afri)

KABAR.NEWS, Bulukumba - Sebanyak 23 orang narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Bulukumba mendapat asimilasi sebagai kebijakan di tengah wabah corona atau Covid-19.


Dari 23 warga binaan Lapas Klas IIA Bulukumba tersebut, lima di antaranya merupakan perempuan. Salah satunya merupakan Polisi Wanita (Polwan) Polres Bulukumba.


Baca juga: Tenaga Medis Bulukumba Terima Honor, Setelah Tiga Bulan Menunggak


Kalapas Bulukumba, Syarifuddin Nakku mengatakan, mereka bakal menjalani asimilasi di rumah masing-masing. Sesuai surat keputusan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia.


"23 warga binaan mendapat asimilasi. Mereka yang mendapat asimilasi dengan syarat satu seper dua dan satu seper tiga dari masa pidananya yang telah dijalani di Lapas Bulukumba," kata Syarifuddin Nakku di Lapas Klas IIA Bulukumba, Rabu (1/4/2020).


Dia menjelaskan, masa tahanan yang telah dijalani terhitung sejak tanggal 31 Desember 2020.  "Tentunya selama menjalani asimulasi di rumah masing-masing para napi mendapat pengawasan dari Kejaksaan maupun Bapas Wilaya Sulsel," jelasnya.


Syarifuddin Nakku menambahkan, para napi yang dibebaskan merupakan napi umum dan kedua napi kasus narkoba yang tidak terkait dengan PP 99.


"Diperkirakan setelah diinventarisir bakal mencapai 83 orang. Kelakuan mereka itu mendapat asimilasi selain masa hukuman 1/2 dan 2/3 harus berkelakuan baik, tidak menjalani hukuman disiplin selama 6 bulan di Lapas," terang dia.


Lebih lanjut pria kelahiran Kabupaten Takalar ini menerangkan jika napi tersebut kembali melakukan perbuatan melawan hukum, mereka bakal tetap menjalani hukuman tanpa melalui proses sidang.


"Jika melakukan kesalahan maka mereka akan dijemput langsung, karena sudah diawasi oleh pihak terkait. Dan yang melanggar tetap menjalani masa pidananya," pungkasnya.


Salah satu keluarga napi Lapas Klas IIA Bulukumba, Hendra (36) alamat Kecamatan Bulukumpa, merasa senang atas keputusan pemerintah.


"Merasa senang atas keputusan dikeluarkan oleh pemerintah, karena yang mendapatkan itu keluarga kami," ucap Hendra.


Baca juga: Jelang Bebas, Napi Lapas Pangkep Ditembak Edarkan Sabu


Sementara Polwan Polres Bulukumba, Fitri terlihat senang dan terharu atas dirinya mendapat asimilasi kebebasan di tengah pandemi virus Covid-19.

 

"Hore saya bebas," teriak Fitri yang berbaju putih di depan Lapas Klas IIA Bulukumba.


Tak hanya itu, rekan-rekan Fitri juga sejak tadi telah menanti kebebasannya. Bahkan rekannya ingin mengantarkan Fitri menjahit baju dinas.

 

"Ayo mi pergi jahit baju dinas. Kita jahit expres karena besok masuk kantor to," ucap rekan Fitri berjilbab biru itu.


Penulis: Afri/A

 

Flower

 

loading...