Coreng Kota Santri, Mahasiswa Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kadishub Barru

Kadishub Barru diduga lecehkan honorer

Coreng Kota Santri, Mahasiswa Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kadishub Barru
Aksi unjuk rasa kasus pelecehan seksual di depan Polres Barru, Sulsel, Senin (17/5/2021). (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Barru - Kepolisian kembali didesak untuk memproses kasus asusila yang diduga dilakukan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Anshar Thahir.


Desakan itu disampaikan ratusan massa dari Gabungan Pemuda Pelajar Mahasiswa Barru (Gappembar) saat unjuk rasa di depan markas Kepolisian Resor (Polres) Barru, Senin (17/5/2021).


Mereka memprotes Polres Barru yang dinilai lamban menangani laporan ASN Dishub Barru yang melaporkan Anshar Thahir atas dugaan pelecehan seksual.


Ketua Umum Gapppembar, Rafiuddin Abdullah mengatakan, kelakuan oknum pejabat tersebut sangat mencoreng nama baik instansi pemerintahan di Kabupaten Barru.


"Tentunya ini sangat mencoreng terlebih mencoreng nama baik Kabupaten Barru yang dikenal dengan Kota Santri," kata Rafiuddin dalam keterangan tertulis, Senin.


Dalam aksi demonstrasi itu, ratusan mahasiswa membakar bakar ban bekas serta memblokade jalan lintas provinsi dengan menggunkan truk kontainer dan dijadikan sebagai panggung orasi.


Kata Rafiuddin, pihaknya melakukan aksi demonstrasi dengan membawa 5 tuntutan. Salah satunya meminta polisi segera menuntaskan kasus ini secara terbuka dan seadil-adilnya.


Kedua, mereka menuntut Kadishub Barru Anshar Thahir untuk segera mungkin mengundurkan diri dari jabatannya. Mahasiswa juga menuntut para pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas untuk menjaga integritas dan moralitas pejabat publik.


"Menuntut pihak yang berwenang untuk segera mencopot jabatan Kadishub Barru," tandas Rafiuddin.


Penulis: Reza Rivaldy/B