Skip to main content

Coba Melarikan Diri, Bandar Narkoba Asal Bulukumba Ditembak Polisi di Makassar

Sabu
Pelaku bandar narkoba asal Bulukumba yang diamankan Sat Narkoba Polrestabes Makassar. 


KABAR.NEWS, Makassar - Seorang bandar narkoba asal Bulukumba bernama Hamzah Libya (44), dilumpuhkan Tim Macan Sat Narkoba Polrestabes Makassar karena mencoba melarikan diri saat dilakukan pengembangan kasus, Kamis (13/9/2018) dini hari tadi.


Akibatnya, tersangka pun harus meringis kesakitan saat diberikan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar karena peluru panas polisi bersarang di kakinya.


Baca Juga: 


"Saat dilakukan pengembangan, tersangka berusaha melarikan diri dengan cara melakukan perlawanan dan tidak mengindahkan tembakan peringatan sehingga terpaksa dilumpuhkan," tegas Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Kamis (13/9/2018).


Dia menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di Jalan Bete-bete, Kota Makassar. 


Sehingga, Tim Macan bersama Satgas Polrestabes Makassar langsung ke lokasi yang di maksud dan berhasil meringkus tersangka di rumah kos miliknya.


"Saat dilakukan penggerebekan, tersangka berhasil diamankan saat ia masih tertidur pulas di kamar kosnya," tambahnya.


Saat itu juga, polisi langsung melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan satu bal sabu terbungkus lakban yang disembunyikan di punggungnya. 


Tak hanya itu, di kamar tersangka juga ditemukan satu timbangan elektrik skill, satu botol isi alkohol, satu buah bong, satu buah sendok pipet, dan tiga buah pireks.


Saat dilakukan interograsi awal, tersangka mengakui mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial B dengan cara membeli seharga Rp 45 Juta. 


"Seminggu sebelumnya, tersangka juga membeli barang berupa sabu-sabu dengan harga Rp30 Juta di tempat yang sama," bebernya.


Kini, tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Sementara untuk rekannya berinisial B telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang saat ini dilakukan pengejaran.

  • Lodi Aprianto


loading...