Closing Debat, Thahar-Rahmat Mengaku Dihalangi Preman

Debat Pilkada Lutra

Closing Debat, Thahar-Rahmat Mengaku Dihalangi Preman
Paslon Pilkada Lutra, Thahar Rum-Rahmat Laguni. (Screenshot/YouTube Kompas TV)






KABAR.NEWS, Makassar - Debat perdana Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, telah berlangsung di Hotel Four Points Makassar, Minggu (22/11/2020). Debat ini ditutup dengan pernyataan penutup setiap pasangan calon.


Pasangan Thahar Rum-Rahmat Laguni yang mendapat kesempatan kedua oleh moderator menyampaikan closing statement, lantas menyinggung sekolompok orang yang disebut preman di lokasi debat.


Tapi, sebelum sampai pada statement tentang kelompok preman di lokasi debat, Rahmar Laguni menyampaikan potensi kekayaan sumber daya alam Kabupaten Lutra. Maka, menurutnya, masyarakat Lutra harus hidup sejahtera.


Tugasnya jika terpilih berusaha membawa Lutra keluar dari daerah kategori miskin di Sulsel. Rahmat  juga menyebut kemajemukan daerah berjuluk Bumi Lamaranginang.


"Semua suku ada di Luwu Utara, itulah yang kami sebut Luwu Utara Rumah Kita. Tanggung jawab kami adalah menciptakan hubungan antara masyarakat yang harmonis," ujar Rahmat dikutip dari tayangan live streaming Kompas TV di YouTube.


Rahmat kemudian menyinggung penyelenggara dalam hal ini KPU Lutra, bahwa kehadirannya tadi di lokasi debat disambut oleh sekelompok orang yang disebutnya sebagai preman.


"Minta maaf kepada penyelenggara, kedatangan kami tadi disambut tidak sopan. Kedatangan kami untuk berdebat, bukan dihalang-halangi preman," tandas Rahmat Laguni.


Ketua KPU Kabupaten Lutra Syamsul Bachri, belum menjawab telepon KABAR.NEWS untuk dikonfirmasi ihwal dugaan adanya preman di lokasi debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Lutra.