Skip to main content

Cina Sahkan Aturan Hukum Sinifikasi Islam dengan Budaya "Sosialisme"

Cina Sahkan Aturan Hukum Tentang Sinifikasi Islam dengan Budaya Sosialisme
Komunitas Islam di Cina melakukan salat berjamaah. (Reuters/Thomas Peter)

KABAR.NEWS, Tiongkok - Pemerintah Tiongkok bersama Asosiasi Islam Cina, telah menyepakati aturan hukum tentang sinifikasi atau sebuah pedoman akulturasi kebudayaan ideologi sosialisme Cina dengan agama Islam.


Komunitas Islam dari delapan wilayah di Cina juga telah menyusun aturan hukum sinifikasi Islam dalam sebuah seminar di Beijing, Sabtu kemarin. Aturan sinifikasi Islam ini disusun untuk menjadi pedoman lima tahun ke depan.  



Mengutip laporan Global Times, Pemerintah Cina mendesak komunitas-komunitas Islam untuk menegakkan sinicisasi agama mereka dengan memperbaiki sikap politik mereka dan mengikuti kepemimpinan Partai Komunis Cina.


Laporan tersebut melansir laman Asosiasi Islam Cina bahwa komunitas umat muslim di negeri tersebut, telah bersepakat untuk mengakulturasikan Islam dengan kebudayaan masyarakat Cina khususnya aturan-aturan mengenai sosialisme komunis di Tiongkok.


"Langkah-langkah Sinifikasi Islam yang relevan harus dilaksanakan, termasuk mengadakan ceramah dan memberikan pelatihan tentang nilai-nilai inti sosialis, hukum dan budaya tradisional, serta membimbing umat Islam melalui kisah-kisah nyata dengan semangat positif," kata Ketua Asosiasi Islam Cina, Yang Faming, Minggu (6/1/2019).


Ma Jin, Wakil Kepala biro Komite Sentral Departemen Pekerjaan Front Partai Komunis Tiongkok (CPC) mengatakan, tahun ini merupakan tahun yang "kritis" untuk menerapkan sinifikasi Islam Cina. Menurutnya, komunitas Islam penting memperbaiki sikap politik mereka dan mengikuti kepemimpinan Partai.


Sementarara, Wakil Dekan Institut Islam Cina, Gao Zhanfu, mengatakan bahwa sinifisasi Islam telah "matang" sejak konsep itu diajukan pada tahun 2015 oleh Presiden Xi Jinping.


"Sinifikasi Islam bukan tentang mengubah kepercayaan, kebiasaan atau ideologi Islam tetapi untuk membuatnya kompatibel dengan masyarakat sosialis," kata Gao Zhanfu, kepada Global Times.



Dia mengatakan buku-buku akan digunakan di masjid-masjid pada 2019 untuk membantu orang-orang beriman mencapai pemahaman yang lebih baik tentang akulturasi atau adaptasi Islam di Cina.


Sebelumnya, pada bulan September 2017, para pemimpin dari lima komunitas agama antara lain Buddha, Taoisme, Islam, Katolik dan Protestan juga telah mencapai konsensus di sebuah forum. Mereka sepakat bahwa "arah agama adalah mengintegrasikan mereka dengan budaya Cina."

 

loading...