Cerita Nenek 96 tahun di Jeneponto Sedih Batal Naik Haji

Mendaftar sejak 2015 dan sudah divaksin

Cerita Nenek 96 tahun di Jeneponto Sedih Batal Naik Haji
Bunga Daeng, Warga Kabupaten Jeneponto, Sulsel, memperlihatkan sejumlah dokumen persyaratan untuk menunaikan Ibadah Haji. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Keputusan pemerintah Indonesia tidak memberangkatkan jemaah haji tahun 2021 ke Arab Saudi, menuai rasa kecewa dari calon jemaah yang telah antri bertahun-tahun.


Salah satunya dirasakan oleh Bunga Daeng, warga Kelurahan Bulu Jaya, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Perempuan 96 tahun itu sudah antri ke Tanah Suci sejak tahun 2015 dan musim ini sudah dijadwalkan berangkat.


"Tahun lalu kita masih berfikir bahwa masih ada tahun depan, tapi tahun ini batal kita sangat kecewa dengan pemerintah," ujarnya saat ditemui KABAR.NEWS di kediamanya, Sabtu (5/6/2021).


Dia merasa rugi jika tahun ini tak diberangkatkan ke tanah suci karena sejumlah uang telah disetor kepada pemerintah melalui Kementerian Agama. "Karena sudah dua tahun uang disetor dan dilunasi," jelasnya. (Baca juga: Batal Berangkat, 238 Calon Jemaah Haji Sinjai Diminta Bersabar)


Perempuan berstatus janda ini menceritakan bahwa ia mendaftar untuk naik haji bersama menantunya pada tahun 2015. Saat itu, ia menyetor biaya awal sebesar Rp25 juta


Meski secara administrasi berkas pendaftaran sudah terpenuhi, namun ia belum mendapatkan nomor keberangkatan. Tak hanya itu, Bunga juga menyampaikan telah melakukan pelunasan beberapa waktu lalu. 


"Pelunasannya tahun lalu sebesar Rp15 juta," kata Bunga yang tinggal di gubuk reyot.


Dia mengaku mengetahui keputusan pemerintah membatalkan keberangkatan calon jemaah haji dari televisi. Kantor Kementerian Agama setempat juga belum menyampaikan pemberitahuan resmi. 


Bunga mengungkapkan sudah dua kali batal berangkat ke tanah suci. Harapanya tahun ini berangkat, tapi ternyata tidak karena pemerintah beralasan pandemi Covid-19 dan pemerintah Arab Saudi belum mengundng Indonesia. 


"Saya sudah dua tahun batal berangkat, masa tahun ini batal lagi," kesal dia.


Tak hanya urusan biaya dan persyaratan lainnya, Bunga mengaku sudah mengikuti serangkaian persiapan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Salah satunya adalah disuntik vaksin Covid-19. 


"Sudah vaksin dua kali, sudah cek kesehatan, jadi saya betul-betul sudah siap berangkat tahun ini," tutur Bunga.


Dalam kesempatan itu, ia juga menunjukkan beberapa surat yang sudah ia lengkapi. Seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), bukti setoran awal di Bank BNI, tanda bukti setoran pelunasan Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) dan bukti pendaftaran yang sudah ia selesaikan. Juga ada pembayaran haji, serta berkas-berkas kesehatan seperti telah melakukan vaksinasi.


Saat mengetahui pemerintah tidak memberangkatkan calon jemaah haji tahun ini, Bunga mengaku sangat lemas dan mulai putus asa. Apalagi usianya saat ini sudah ujur.


"Apalagi saat ini saya sudah tua belum tentu masih sekuat ini, kita tidak tahu kapan ajal datang," katanya. 


Meski demikian, sanak keluarganya terus memberikan masukan dan support agar tak menjadi beban pikiran. "Saya sering dikasih masukan sama anak, bilang sabar saja, Insya allah panjang umur tahun depan berangkat," katanya sambil bersedih. (Baca juga: Kenang AGH Sanusi Baco, Amir Uskara: Selalu Dapat Bimbingan Beliau)


Dia berharap agar pemerintah mempertimbangan kebijakan tersebut dan memperhatikan jemaah khususnya pada usia rentah seperti dia. "Semoga pemerintah mengutamakan lansia terutama kayak saya, mungkin bisa lebih dipentingkan tahun ini berangkat," harap dia.


Penulis: Akbar Razak/A