Skip to main content

Cerita Mahasiswi asal Jeneponto Soal Kepanikan akibat Virus Corona di Cina

Cerita Mahasiswi asal Jeneponto Soal Wabah Virus Corona di Cina
Nurwahyuni (kedua kanan) mahasiswa Indonesia di Beijing, Cina, berfoto bersama rekannya mengenakan masker N95 di tengah wabah virus corona jenis baru. (IST)

KABAR.NEWS, Jeneponto - Nurwahyuni (22) berhasil menginjakkan kaki di Tanah Air setelah melalui situasi darurat virus corona jenis baru yang mewabah di Cina, khususnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.


Mahasiswa Beijing University of Traditional Chinese Medicine, ini akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya, Desa Jombe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan sejak Selasa 28 Januari.


Baca juga: Setelah Dievakuasi dari Wuhan, WNI akan Diobservasi di Pulau Natuna


Nurwahyuni memilih pulang ke Jeneponto karena takut terinfeksi virus corona. Dia khawatir sejumlah kota di Cina termasuk Beijing tempatnya bermukim, akan diisolasi sehingga mengharuskan dirinya angkat kaki dari Negeri Tirai Bambu.


"Kenapa saya memilih pulang karena saya takut satu Cina diisolasi. Makanya ku pilih kembali, karena ketika satu Cina diisolasi, pasti biar saya juga tidak bisa keluar," ujar Nurwahyuni saat ditemui di kediamannya, Sabtu (1/2/2020).


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kabar News (@kabarnews) on


Mahasiswa pendidikan kedokteran tersebut mengaku bahwa situasi di Beijing memang memicu kepanikan, apalagi ketika Virus Corona mulai menginfeksi penduduk di Ibukota Cina tersebut.


Sebelum korban positif Novel Coronavirus ditemukan di Beijing, Nurwahyuni mengaku dosennya meminta seluruh mahasiswa untuk tidak beraktivitas di luar rumah.


"Dosen saya bilang jangan ada yang keluar, itu pun kalau keluar harus memakai masker karena ada virus baru," ujarnya. Sehari setelah imbauan dari pihak kampus, Nurwahyuni mendengar kabar bahwa Virus Corona telah menelan korban jiwa di Beijing.


a
Nurwahyuni saat berada di Bandara Beijing untuk kembali ke Indonesia. (IST)

"Besoknya begitu ada mi korban, bahkan sudah ada yang meninggal dunia. Di situ kami semua mulai panik. Namun kami tetap bertahan untuk sementara," ungkap Wahyuni yang mengaku kembali ke tanah air menggunakan biaya sendiri.


Selama di Cina, dia seorang rekan kuliahnya berusaha tidak berinteraksi dengan warga saat Virus Corona jenis baru mulai mewabah. Ini mereka lakukan agar tidak tertular.


Baca juga: Gegara Virus Corona, Masker N95 Langka di Makassar


Wahyuni tak menampik informasi yang beredar bahwa suasana di sejumlah kota termasuk Beijing, tampak sepi ketika korban jiwa akibat Coronavirus terus bertambah.  


Dia juga mengaku sempat kesulitan mencari makanan karena beberapa toko sudah banyak yang tutup. "Sulit mencari makanan di China, apalagi setelah adanya virus baru," ungkapnya.


Putri dari pasangan Muhammad Rajaming dan Ramlia tersebut berharap, vaksin virus corona bisa segera ditemukan dan situasi di Cina bisa segera pulih agar dia bisa melanjutkan kuliah.


Penulis: Akbar Razak/A

 

loading...