Skip to main content

Cerita Karir Syahrul YL, Dari Tukang Sapu Kantor Bappeda Sampai Jadi Gubernur Satu Dekade

Syl
Syahrul Yasin Limpo. (Ist)

KABAR.NEWS, Makassar - Banyak yang tidak menyangka cerita di balik kesuksesan Gubernur kharismatik Syahrul Yasin Limpo (SYL) dengan segudang prestasi, pernah mengawali karir pemerintahannya sebagai tukang Sapu di kantor Bappeda Kota Makassar.

Hal tersebut dituliskan dalam bukunya SYL Undercover, pada halaman (47) diterangkan, Karir SYL pertama kali jadi pegawai negeri sipil (PNS) di kantor Bappeda kotamadya Makassar yang saat itu di kepalai Kentjana Sebayang dan kepala bagian Najamuddin yang menjadi atasan SYL.

Hwj

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. (Ist)

Dalam bukunya, Syahrul YL menuturkan kisahnya pada saat ditarik dari Jakarta oleh tettanya (Ayah) H.M.Yasin Limpo yang menjabat deputi di kantor Gubernur, setingkat Badan Pemerintah Harian (BPH) bidang sosial politik, untuk kembali ke Sulawesi Selatan menjadi pegawai negeri.

Bahkan disebutkan, SYL sebagai orang yang dipaksa menjadi Pegawai negeri sipil (PNS) melalui sentuhan tangan Pak Asnawi dan Andi Arifuddin Mattotorang (Ayah Fadli, Group Band Padi).

Hingga Pada saat hari pertama kerjanya SYL lansung mendapat kesan kurang baik, ia diperintahkan Najamuddin sebagai atasannya, diberikan uang Rp50 untuk ke pasar baru membeli dua sapu bulu dan satu sapu ijuk, sekembalinya ke kantor ternyata atasannya itu sudah pulang, sehingga keesokan harinya SYL kembali bertanya kepada Pak Naja mempertanyakan maksud dari tugas tersebut.

"Saya cari siapa yang akan pakai ini sapu?," Tanya SYL. 

"Ihh ini untuk kamu!!," Sergah Naja

Syahrul YL pun membanting heran tidak terima, atas kejadian tersebut. Akhirnya Syahrul YL kembali berpikir untuk meninggalkan status pegawai negeri. Namun karena menghormati permintaan sang ayah ia pun tetap bertahan sebagai PNS.

Begitulah lama-lama SYL pun mulai beradaptasi dan mencoba menikmati tugas-tugasnya dengan kesabaran hingga mengantarkannya pada prestasi pucak tertinggi Sulawesi Selatan sebagai Gubernur satu dekade (10tahun)

Pengalaman itulah yang membuat kepribadian Syahrul YL selalu akrab dengan setiap ajudannya.

"Anak buah hadir karena loyalitas, bahkan saya tidak mau makan kalau mereka belum makan, saya bilang apapun yang saya makan itu yang kau makan," tutur Gubernur yang akan memasuki masa akhir jabatannya hari ini.

  • Andi Khaerul