Ceramah Erna Rasyid Taufan Menginspirasi Mahasiswa Indonesia di Turki

Hadir di Turki dalam rangka World Halal Summit

Ceramah Erna Rasyid Taufan Menginspirasi Mahasiswa Indonesia di Turki
Ketua Tim PKK Parepare Erna Rasyid Taufan bersama mahasiswa Indonesia di Istanbul, Turki. (IST)






KABAR.NEWS, Parepare - Sejumlah Mahasiwa Turki mengisahkan pertemuannya bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Parepare, Sulsel, Erna Rasyid Taufan di sela kegiatan sebagai delegasi Indonesia di Turki.


Meskipun aktivitas padat dalam kegiatan 7th World Halal Summit yang digelar 25 hingga 28 November 2021 di Istanbul Conggres Center di Turki, namun Erna disebut tetap meluangkan waktu memenuhi undangan para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki. Bahkan dengan waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda.


Dzaatul Iffah, Anggota PCIM misalnya, ia mengaku jika semangat bertemu Istri Wali Kota Parepare itu lantaran penasaran dengan sosok Erna Rasyid Taufan yang dikenal agamis dan bersahaja. 


Menurut dia, dari ceramah yang disampaikan ERAT, akronim Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Provinsi Sulawesi Selatan ini, mampu membakar semangat mereka sebagai mahasiswa dirantau orang.


“Semua exited mendengar pemaparan dari Ibu Erna. Bahasanya singkat, santai tapi bermakna dan membakar semangat saya secara khusus. Selain Mahasiswa, saya seorang Ibu rumah tangga dengan 3 anak (1 umur 3 tahun, ke-2 umur 22 bulan, dan ke3 umur 6 bulan). Semuanya saya bawa ke acara beliau juga dengan adik saya yang ikut jaga anak-anak, ipar saya dengan anaknya yang 7 bulan dan tante saya dengan bayinya yang baru lahir kurang sari 2 bulan,” ujar Dzaatul Iffah dalam keterangan tertulis, Minggu (28/11/2021).


“Awalnya kami mau naik taksi biar perjalanannya lancar dan tidak rempong karena kebetulan lagi gerimis juga tapi karena waktu itu agak macet jadi beberapa taksi yang saya tahan itu tidak bersedia mengantar, jadi kami memutuskan untuk naik bus meski jalannya jadi lebih jauh," tambah dia.


Ceramah singkat Erna Rasyid Taufan bertema “Kepemimpinan dan Kewajiban Menuntut Ilmu” mampu membuat mereka tersadar arti penting belajar dengan sungguh-sungguh meski tanpa penjagaan dan pengawasan orangtua.


“Sebenarnya saya tidak kenal beliau (Erna Rasyid Taufan), saya tahunya Ibu Wali Kota Parepare. Saya diberi tahu mertua saya kalau Ibu Wali orang hebat, agamis dan pasti banyak inspirasi yang bisa didapat kalau ketemu. Itulah yang menyemangati kami untuk berangkat meskipun hujan dan berangin di tengah cuaca dingin, dan benar beliau sosok yang hangat, sosialnya berasa sekali, cerdas dan inspiring women menurut saya,” ungkap Mahasiswa tiga orang anak yang dikenal berasal dari Kabupaten Maros ini.


Kisah dan pernyataan yang sama juga dikatakan Syamsul Hidayat Daud, ST MT. Mahasiswa yang tengah menempuh program Doktoral di Universitas Eskisehir Osmangazi, Turki ini juga mengaku terkesan setelah bertemu dan mendengarkan ceramah Erna Rasyid Taufan secara langsung. 


“Alhamdulillah bisa bersilaturrahim dengan İbu Erna Rasyid Taufan. Nasehat-nasehat dan cerita-cerita beliau tentang kepempinan dan pengalaman hidup beliau sangat bermanfaat dan sangat relevan dengan kondisi kami mahasiswa di Turki. Tambah berkesan, karena beliau juga menyampaikan dalam suasana kekeluargaan, santai, dan penuh makna,” detail pria yang merupakan Ketua PCIM Turki ini.


Syamsul Hidayat Daud yang diketahui merupakan Dosen Universitas Muhammadiyah Mataram, Nusa Tenggara Barat ini menyebutkan, selain Mahasiswa Turki asal Sulawesi Selatan, ceramah Erna Rasyid Taufan juga dihadiri mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang sedang menempuh kuliah di Turki.


Mahasiswa lain, Ecky juga mengisahkan jadwal ceramah kepada mahasiswa yang berbenturan waktu (waktu yang sama di tempat yang berbeda) namun mampu diakomodir dengan baik oleh Erna Rasyid Taufan yang diketahui ketika itu kondisi ia dalam keadaan kurang fit. 


“Awalnya kami khawatir karena selain memang peserta yang sudah hadir secara daring dan luring di cafe dan ada kesalahan lokasi karena khawatir terkena macet, kami mengira Ibu Wali tidak jadi hadir. Alhamdulillah beliau hadir menepati janji dan semua teman-teman mahasiswa senang. Ini menambah kesan teman-teman, selain hebat, agamis, sederhana dan ramah, juga menepati janji sehingga menjadi sosok yang pantas jadi inspirator,” paparnya.


“Kami juga berterima kasih Ibu Wali dan rombongan rela meninggalkan lokasi sebelumnya  dan mengejar jadwal yang sudah ditentukan mengurus taksi dan kebutuhannya sendiri menuju lokasi yang benar. Itu tentunya hal yang sangat kami apresiasi, keridoan dan kerendahan hati beliau untuk tetap bisa menyempatkan bersilaturahi dengan kami secara langsung dan zoom,” urai dia.


Muh. Aunul Muwaffaq, Anggota PCIM lainnya juga tidak ingin ketinggalan. Ia mengaku sosok Erna Rasyid Taufan merupakan inspirasitor mahasiswa. “Inspirasi tokoh wanita yang mau berbaur dengan mahasiswa itu sangat terkesan dari kami. Beliau tidak melihat kami saat ini hanya sebagai mahasiswa, melainkan melihat kami yang sedang bersiap untuk berkontribusi di masyarakat melalui keahliannya masing masing 10-15 tahun ke depan dalam jangka yang panjang. Sesungguhnya pengalaman hidup yang sangat berharga kami dapatkan dari ceramah Ibu Erna Rasyid Taufan,” timpal dia.


“Untuk acara tausiyahnya sendiri, beliau memberi banyak sekali ilmu baru dan di antara ilmu itu kami kamudian mengingat kembali tujuan awal kita kre Turki yaitu menuntut ilmu. Di luar dari tausiyah utama, selama perjalanan Ibu juga banyak cerita mengenai hikmah-hikmah kehidupan sehingga kita sebagai pelajar banyak sekali mengambil pelajaran dari perlajanan hidup beliau dan memotivasi kita untuk terus berkarya dan berbuat baik. Beliau adalah sosok yang sangat menginspirasi bagi kami seorang pelajar ini,” tandas dia. 


Pada kesempatan itu, Erna juga memberikan cendera mata berupa buku karyanya berjudul Alquran dan Rahasia Usia 40 tahun kepada mahasiswa yang tergabung dalam kelompok PCIM Turki.


Penulis: Arsyad/C