Catatan Kunjungan Jokowi ke Jeneponto: Presiden Kedua dan Sejarah Bapak-Anak

Jokowi merupakan Presiden RI kedua kunjungi Jeneponto

Catatan Kunjungan Jokowi ke Jeneponto: Presiden Kedua dan Sejarah Bapak-Anak
Presiden Jokowi mengendari traktor pada penanaman jagung di Kecamatan Kelara, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (23/11/2021). (BPMI Setpres/Muchlis)












KABAR.NEWS, Jeneponto - Joko Widodo atau Jokowi tercatat sebagai Presiden Republik Indonesia yang kedua menginjakkan kaki di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.


Ia memasuki daerah berjuluk Butta Turatea ini untuk meresmikan Bendungan Karalloe yang terletak di perbatasan Kabupaten Jeneponto-Gowa, Selasa (23/11/2021) kemarin.


Kepala Pimpinan dan Protokol Setda (Protpim) Jeneponto Mustaufiq mengatakan, sebelum Jokowi, kepala negara pertama yang hadir di Butta Turatea adalah Presiden Soeharto. 


Kunjungan bersejarah itu terjadi pada 4 Maret 1973 atau 14 tahun setelah daerah ini terbentuk secara administratif.  Kala itu, Soeharto meresmikan proyek Bendungan Kelara. 


"Info yang kami dapat bahwa saat Soeharto hadir di Jeneponto beberapa fasilitas umum dilakukan pembenahan, seperti jalur jalan, irigasi, dan lapangan Tolo Kelara dijadikan sebagai lapangan milik masyarakat umum," ujar Mustaufiq kepada KABAR.NEWS, Selasa kemarin.


Yang menarik, kedatangan Soeharto saat itu dan Jokowi kemarin, disambut oleh satu garis keluarga yang sama atau bapak dan anak. 48 tahun yang lalu, Soeharto datang saat Jeneponto dipimpin M. Ishak Iskandar yang tak lain adalah bapak kandung dari Iksan Iskandar, Bupati Jeneponto saat ini yang menyambut kedatangan Jokowi.

Embed from Getty Images


Menurut Mustaufiq, kedatangan Soeharto pada masa itu berpengaruh cukup besar. Tak ayal, nama Lapangan Tolo Kelara pun diubah menjadi Lapangan Soeharto saat ini. Sebab helikopter istana yang ditumpangi oleh penguasa Order Baru itu mendarat di lapangan Tolo Kelara.


"Ini sejarah terulang, dimasa orang tua bapak Bupati Jeneponto menjabat bupati tahun 70-an helikopter istana juga pernah mendarat di sana (Lapangan Kelara). Makanya diberi nama lapangan Soeharto," pungkasnya.


Tidak Favorit Secara Politik, Tapi Membawa Potensi Ekonomi 


Kunjungan Jokowi pada Selasa kemarin dalam rangka meresmikan proyek startegis nasional Bendungan Karalloe, merupakan yang pertama sejak ia menjabat sebagai presiden. 


Secara politik, Jokowi bukanlah "idola" di daerah ini. Saat Pemilu Pilpres 2019, perolehan suara Jokowi-Ma'ruf Amin di Jeneponto kalah telak dari Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang memperoleh 168.782 suara.


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang merupakan kendaraan politik Jokowi, hanya punya dua kursi di DPRD Jeneponto, dibanding Gerindra yang merupakan peraih suara terbanyak dengan 7 kursi. 


Terlepas dari hal itu, kedatangan Jokowi dianggap sebagai bukti jika Jeneponto punya daya tarik dan potensi ekonomi di mata pemerintah pusat. Keberadaan Bendungan Karalloe diklaim bakal dirasakan manfaatnya oleh petani.


"Bendungan Karalloe sudah resmi akan beroperasi dan hampir 80 persen alur airnya akan dirasakan oleh masyarakat Jeneponto yang mencapai 7 ribu hektar luas lahan yang dapat teraliri," ujar Mustaufiq.


Selain itu, warga Jeneponto juga berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk peningkatan jumlah pertanian jagung dan alat pertanian dan bibit.


"Dengan hadirnya bapak Presiden di Jeneponto dapat menjadi pesan bagi seluruh masyarakat Indonesia bahwa Kabupaten Jeneponto memiliki potensi 
sumberdaya alam yang memadai," jelasnya.


Selain meresmikan Bendungan Karalloe, Jokowi juga melakukan penanaman bibit jagung pada lahan seluas 6 hektare di Kampung Camba Jawa, Kelurahan Kelara.


Penulis: Akbar Razak/A