Catat, Titik Lokasi Dipasangi Kamera ETLE di Makassar

Ditlantas Polda Sulsel akan menerapkan sistem tilang elektronik di Kota Makassar di mulai 21 Maret 2021.

Catat, Titik Lokasi Dipasangi Kamera ETLE di Makassar
Ilustrasi kamera ETLE. (Foto: Internet)






KABAR.NEWS, Makassar - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan sedang mempersiapkan pelaksanaan Electronic Traffic Law Enforcement atau sistem tilang elektronik di Makassar pada 17 Maret 2021. Ditlantas Polda Sulsel mengaku sudah memasang lokasi pemasangan kamera ETLE di sejumlah titik Kota Makassar.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Komisaris Besar Frans Sentoe mengatakan setidaknya ada 16 titik yang bakal dipasangi kamera ETLE. Titik kamera tersebut, kata Frans, berada di jalan penghubung Makassar, Gowa, dan Maros.

"Dipasang di titik strategis atau yang paling padat dilalui kendaraan. Khususnya jalur perbatasan antara Kabupaten Maros ke Makassar dan Kabupaten Gowa ke Makassar," kata Frans kepada KABAR.NEWS via seluler, Selasa (16/3/2021).

Ia merinci titik lokasi itu masing-masing adalah di Jalan Ratulangi, Jalan Haji Bau, Jalan Sultan Alauddin perbatasan Makassar dan Gowa, Jalan Barombong, Jalan Gunung Bulusaraung, Jalan RA Kartini-Jalan Jendral Sudirman.

Selain di tengah kota, kamera ETLE juga bakal terpasan disepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan hingga perlimaan Bandara Sultan Hasanuddin, perbatasan Makassar-Maros, Jalan Nusantara, Jalan Ahmad Yani, Jalan Hertasning, Jalan Jendral Sudirman persimpangan Jalan Batu Putih dan Jalan Urip Sumoharjo.

Frans menyebutkan peresmian operasi sistem ETLE di Kota Makassar diundur hingga 23 Maret 2021. Awalnya launching diagendakan berlangsung serentak bersama beberapa Polda lain di Indonesia pada 17 Maret.

Frans menyebut nantinya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bakal memimpin langsung peresmian ETLE secara virtual. "Sekarang masih dalam proses upgrade software dan hardware. Jadi rencana launching diundur," ungkapnya.

Denda tilang ETLE disesuaikan dengan jenis pelanggaran. Nilai denda ETLE, merujuk UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di antaranya, denda Rp250.000 ketika tidak menggunakan sabuk pengaman dan juga tidak menggunakan helm SNI, denda Rp500.000 jika melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan serta menerobos lampu merah.

Kemudian, berkendara sambil menggunakan handphone didenda Rp750.000. Setiap pelanggaran, kepolisian akan mengirim surat tilang ke rumah pelanggar. Denda tilang dibayarkan langsung melalui bank yang telah ditentukan. Setiap pelanggar diberikan jangka waktu 14 hari untuk membayar denda.

Penulis : Reza Rivaldy/B