Cabuli Anak Tirinya, Bapak di Toraja Diringkus Resmob Polres

Cabuli Anak Tirinya, Bapak di Toraja Diringkus Resmob Polres
ilustrasi






KABAR.NEWS, Makale - Unit Resmob Sat Reskrim Polres Tana Toraja (Tator), lakukan penangkapan terhadap seorang terduga pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur di kampung baru Kel. Bittuang, Kec. Bittuang, Kab. Tana Toraja. Jumat (19/02/2021) kemarin.


Terduga pelaku yang berinisial RN (38 tahun) di ringkus oleh 'Tim Batitong Maro' Unit Resmob Sat Reskrim Polres Tator saat berada di kediamannya di kampung baru, Bittuang.


Penangkapan terhadap terduga RN berawal dari laporan korban berinisial GK, gadis belia berumur 15 tahun yang juga merupakan anak tiri dari terduga RN.


Kanit Resmob, Tim Batitong Maro, Bripka Alvian Somalinggi saat ditemui kabar.news. Sabtu (20/2/21) menjelaskan bahwa gadis belia tersebut melapor ke Polsek Saluputti, tentang peristiwa pencabulan yang di alaminya selama ini.


"Ia disetubuhi oleh bapak tirinya, terduga RN, sejak menginjak SMP kelas 7 hingga kelas 9 saat ini." ungkap Bripka Alvian Somalinggi.


Ditambahkan Alvian, terduga RN mengakui perbuatannya saat diringkus di rumahnya tanpa perlawanan, juga menunjukkan 4 tempat dimana ia melakukan perbuatan bejat menyetubuhi anak tirinya sendiri.


"Terduga RN akui perbuatannya telah menggauli anak tirinya sendiri, kasus ini kami serahkan ke Unit PPA untuk proses selanjutnya". tambahnya.


Sementara Kasat Reskrim AKP. Jon Paerunan, yang di konfirmasi kabar.news membenarkan penetapan terduga RN menjadi tersangka .


"Iya benar, status hukum dari RN resmi kami ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, RN sudah di tahan di Rutan Mapolres Tana Toraja untuk jalani proses penyidikan atas perbuatan tindak yang telah di lakukannya terhadap anak tirinya". kata Jon Paerunan.


Atas perbuatannya, tambah Jon bahwa tersangka RN terancam pidana penjara 5 tahun sampai 15 tahun.


"Tersangka dijerat Undang Undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Pasal 81 ayat 1, dengan ancaman pidana 5 sampai 15 tahun, dan karena pelaku adalah orang tua tiri dari korban, maka berdasarkan pasal 81 ayat 3, tersangka RN dapat dikenakan tambahan sanksi 1/3 dari hukuman pidana". terang Jon Paerunan.


Penulis : Febriani/B