Bupati Torut Gandeng Kejari Makale Penataan Pertokoan Rantepao

Pemkab Toraja Utara akan melakukan renovasi pertokoan Rantepao.

Bupati Torut Gandeng Kejari Makale Penataan Pertokoan Rantepao
Kajari Makale, Jufri P. Makapedua bersama Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan saat rapat media rencana penatanaan Pertokoan Rantepao. (Foto: KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Makale - Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Makale untuk mediasi dengan pedagang terkait rencana penataan dan pembangunan pertokoan Rantepao. Mediasi digelar di Ruang Aula Sasana Wicaksana Kejari Makale, Selasa (2/2/2021). 

Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan mengatakan memilih untuk melakukan tindakan penertiban pertokoan demi meningkatkan kegiatan pembangunan. Kalitiku mengungkapkan gedung pertokoan merupakan milik Pemkab Toraja Utara. 

"Kita tahu bahwa bangunan itu adalah bangunan Pemda memiliki batas untuk penyewa. Setelahnya itu Pemda bisa merubah demi menciptakan keindahan, kesejukan dan keteraturan pembangunan agar dapat dinikmati semua orang," ucap Kalatiku.

Lanjut Kalatiku, bahwa pertemuan kekeluargaan tersebut tetap mendahulukan mediasi untuk mempelajari faktor menjadi landasan dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Alasannya, kontrak sewa pedagang atas gedung sudah habis. 

"Pemakai atau penyewa hanya memiliki batas waktu 30 tahun untuk menyewa dan membayar sesuai dengan kesepakatan awal. Dan sekarang masanya sudah habis jadi Pemda bisa menertibkan bangunan tersebut," kata Kalatiku. 

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Makale, Jefri P. Makapedua mengatakan bahwa mediasi dilakukan bertujuan untuk mendapatkan solusi penyelesaian terkait permasalahan penertiban bangunan Pertokoan Rantepao.

"Kami semua di sini mencoba mencari solusi penyelesaian permasalahan agar bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat," kata Jefri.

Jefri mengungkapkan bahwa pihaknya sebagai mediasi kedua pihak yakni Pemerintah dan penyewa pertokoan sebelum ada yang mengambil langkah hukum diawal.

Perwakilan penyewa pertokoan, Julius Yusuf meminta kepada Pemkab Toraja Utara agar tetap bisa menggunakan gedung pertokoan hingga dimulainya pembangunan baru. Ia berharap tidak ada pembongkaran gedung pertokoan. 

"Apabila pembangunan telah dilakukan di bagian belakang pertokoan dan akan dimulai pada lokasi tempat berdiri bangunan pertokoan, maka kami pemilik dengan suka rela akan meninggalkan dan mengosongkan ruangan pertokoan Rantepao tanpa perlawanan dan tanpa menuntut ganti rugi dari Pemerintah Kabupaten Toraja Utara," tuturnya. 

Ia juga berharap penyewa awal mendapat prioritas mendapatkan tenant jika gedung baru rampung dibangun. 

Penulis: Febriani/B