Bupati Toraja Utara Marahi Stafsusnya Diduga Minta uang ke Lurah

*Lurah yang baru sudah dilantik

Bupati Toraja Utara Marahi Stafsusnya Diduga Minta uang ke Lurah
Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang atau Ombas. (KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Bupati Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Yohanis Bassang menanggapi dugaan seorang staf khusus atau stafsusnya meminta uang kepada sejumlah lurah.


Isu stafsus Bupati Torut meminta uang disampaikan pengguna internet bernama Manto Pallulungan Salurante dan dipublikasikan di Group Facebook "Kampanye Virtual Pemimpin Masyarakat Torut PS-24, pada Sabtu, 12 Februari 2022.


Manto diketahui merupakan salah satu anggota Tim Pemenangan Yohanis Bassang pada Pilkada Torut 2020. Pada postingannya, dia menyebut salah stafsus bupati meminta uang Rp80 juta hingga Rp100 juta kepada para Lurah yang baru saja dilantik.


Menanggapi hal itu, Ombas sapaan Yohanis Bassang mengaku telah menegur stafsus tersebut. Tindakan bawahannya itu dianggap tercela dan tidak boleh dilakukan.


"Saya marah mendengar hal itu. Dan saya juga sudah marah kepada dia. Tidak boleh hal itu dilakukan oleh staf khusus dan itu tidak dapat dibenarkan," ucap Ombas usai memimpin rapat di Aula Kantor Gabungan Dinas Marante, Selasa (15/2/2022).


Menurut Ombas tugas staf khusus itu hanya memberi telaah kepada dirinya sebagai bupati sesuai tugas masing-masing.


"Tugas, tanggung jawab dan tupoksi itu beda-beda, ada staf khusus bidang pemerintahan, dia harus berikan masukan ke saya dalam hal pemerintahan, ada staf khusus bidang pendidikan yang harus memberikan telaah tentang pendidikan. Itu tugasnya dia, bukannya urus yang lain yang di luar tupoksinya," tegas Ombas yang juga Ketua Partai Golkar Toraja Utara.


Ombas menegaskan tidak pernah menyuruh stafsusnya tersebut meminta uang kepada lurah atau siapapun. "Itu saya tidak tahu dan saya tidak pernah menyuruh seorang staf khusus meminta uang pada Lurah yang baru dilantik," katanya.


Menurutnya, jika benar ada oknum stafsus yang melakukan hal buruk seperti isu yang beredar hal itu merupakan tanggung jawab pribadi.


"Namun, jika benar ada yang terjadi seperti demikian, itu perbuatan dan kesalahan sendiri oknum staf khusus dan dilakukan secara pribadi. Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya secara pribadi," tandas Ombas.


Penulis: Febriani/A