Skip to main content

Bupati Takalar Bayar Pajak pada Pekan Pelayanan Pajak

Bupati Takalar Bayar Pajak di Pekan Pelayanan Pajak
Bupati Takalar, Syamsari Kitta saat membayar pajak di acara Pekan Panutan Pajak yang di adakan diruang pola kantor Bupati Takalar, Rabu (20/3/2019).

KABAR.NEWS, Takalar - Bupati Kabupaten Takalar, Syamsari Kitta dan Ketua DPDRD Kabupaten Takalar secara langsung membayar pajak tahunan pada kegiatan pekan pelayanan pajak di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Rabu (20/3/2019). 


Dalam kesempatan ini, Syamsari Kitta menyampaikan bahwa seluruh pihak yang hadir berkolaborasi untuk menyampaikan mengenai pelaporan pajak ini kepada seluruh OPD dan masyarakat. Peningkatan pajak di Kabupaten Takalar dibuktikan dengan realisasi pajak tahun 2018 berhasil mencapai target 100 persen. 


"Banyak cara yang dipikirkan untuk mengoptimalkan pendapatan dari Pajak. Dan ini saya kira terus kita lakukan. Sumber pendapatan dari pajak itu terbuka untuk kita, dan kita perlu melakukan langkah-langkah yang baik untuk memberikan kontribusi kepada Daerah dan Pemerintah kita, sebagai wujud partisipasi kita terhadap pajak kita dalam membangun bangsa dan negara," jelas Syamsari. 


Sebagai bukti kesungguhan memenuhi seruan dari KPK untuk membangun MoU dengan Dirjen Pajak, kata Syamsari, pada tahun 2017 posisi Kabupaten Takalar di KPK berada pada urutan ke-23, dan dengan kerja keras semua pihak posisi Takalar naik menjadi posisi ke-15. 


"Kita berharap kabupaten Takalar meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian," tutup Syamsari Kitta. 


Selain membayar pajak PBB, Bupati Syamsari Kitta juga melaunching pembayaran PBB-P2. Diketahui, total penerimaan pajak per tanggal 20 Maret 2019 di Kabupaten Takalar mencapai Rp 88.583.000 juta.


Di tempat yang sama, Kepala Kantor DJP Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara Wansepta Nirwanda menyebutkan, pada tahun 2018 Kabupaten Takalar berpartisipasi terhadap penerimaan pajak sebesar 14 persen atau sekitar Rp75,8 miliar dari target penerimaan pajak oleh KPP Bantaeng sekitar Rp553 Miliar.  


Sedangkan dana bagi hasil dari penerimaan pajak ini yang terbagi dua jenis pajak sebesar 20 persen yaitu pajak perorangan dan PPh 21 itu setiap tahun meningkat pada tahun 2016 ada Rp4,9 Miliar, dibagikan kepada Pemda Takalar, 2017 naik menjadi Rp5,6 Miliar, dan tahun 2018 naik lagi menjadi Rp 8 Miliar. 


"Saya berharap kerjasama ini menjadi sinergi yang baik antara Kanwil DJP Sulselbarteng dengan kabupaten Takalar serta kabupaten Takalar dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah di Sulawesi Selatan," ujar Wansepta Nirwanda.


Pekan panutan pajak ini dilaksanakan sebagai upaya optimalisasi peningkatan kontribusi wajib pajak terhadap penerimaan pendapatan, baik pendapatan negara maupun pendapatan daerah, serta memberikan keteladanan dalam pembayaran dan penyelesaian pajak.


  • Abdul Kadir

 

loading...